Kasus Dugaan Pelecehan Guru di Pasar Rebo Masih Diselidiki, Polisi Dalami Korban Lain

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan seorang guru di salah satu SMA di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, diduga tidak hanya menimpa dua siswi.

 

- Advertisement -

Kuasa hukum korban menyebut jumlah korban berpotensi lebih banyak dan sebagian baru berani mengungkapkan pengalaman mereka setelah kasus ini mencuat ke publik.

Kuasa hukum salah satu korban berinisial N, Wanda Al-Fathi Akbar, mengatakan pihaknya menerima informasi adanya korban lain yang selama ini memilih diam karena takut dan belum berani melapor. Menurut dia, kasus tersebut diduga telah berlangsung cukup lama namun tidak terungkap.

“Setelah ada korban yang berani melapor, korban-korban lain mulai bermunculan. Ini menunjukkan dugaan kejadian tidak hanya menimpa satu atau dua orang,” ujar Wanda di Jakarta, Selasa (10/2).

- Advertisement -

 

Wanda menegaskan pihaknya telah melaporkan kasus dugaan pelecehan tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur. Saat ini, perkara masih berada pada tahap penyelidikan dan berpeluang ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Laporannya sudah masuk dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Kami berharap segera naik ke penyidikan,” katanya.

Selain menempuh jalur hukum, kuasa hukum korban juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan adanya tanggung jawab institusi terhadap kasus yang melibatkan tenaga pendidik di lingkungan sekolah tersebut.

Mereka meminta pihak sekolah tidak lepas tangan dan turut mengawal proses hukum yang berjalan.

Menurut Wanda, dukungan sekolah dinilai penting agar penanganan kasus dapat berjalan secara transparan dan memberikan rasa keadilan bagi para korban.

Sebelumnya, sejumlah siswa menggelar aksi unjuk rasa di lingkungan sekolah pada Senin (9/2) sebagai bentuk solidaritas terhadap para siswi yang diduga menjadi korban pelecehan.

 

Dalam aksi tersebut, para siswa membawa poster dan menyampaikan tuntutan agar kasus diusut tuntas oleh pihak berwenang.

 

Para peserta aksi juga menyebut dugaan pelecehan telah terjadi sejak lama. Sejumlah alumni sekolah tersebut bahkan mulai menyuarakan pengalaman serupa yang diduga melibatkan oknum guru.

 

Kuasa hukum mengungkapkan dugaan pelecehan dilakukan melalui percakapan di grup WhatsApp yang melibatkan oknum guru.

Dalam pesan tersebut, terduga pelaku diduga membicarakan korban dan siswi lainnya dengan bahasa yang tidak pantas, terutama terkait fisik.

“Bukti yang kami miliki saat ini masih sebatas dugaan pelecehan verbal melalui pesan WhatsApp,” kata Wanda.

 

Meski demikian, ia menyebut pihaknya menerima informasi adanya dugaan pelecehan fisik terhadap korban lain, meskipun identitas dan bukti pendukungnya masih didalami.

 

Pada kliennya, dugaan pelecehan disebut terjadi dalam kurun waktu sekitar dua bulan terakhir.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami dampak psikologis serius, seperti trauma, rasa takut, dan tekanan mental yang masih dirasakan hingga kini.

Wanda berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif dan transparan. Ia juga meminta adanya pendampingan psikologis bagi para siswi yang terdampak agar dapat memulihkan kondisi mental mereka pascakejadian.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemuda Terluka Ditembak Airsoft Gun, Pelaku Kabur dari RS Koja

JCCNetwork.id-Seorang pemuda berinisial SH (23) menjadi korban penembakan menggunakan airsoft gun di Gang Kompi Jenggot, wilayah Cilincing, Jakarta Utara, pada Sabtu malam. Insiden tersebut diduga...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER