JCCNetwork.id- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam rapat pimpinan (rapim) yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2). Rapat tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mengevaluasi kinerja serta merumuskan langkah strategis di bidang pertahanan dan keamanan nasional.
Rapat pimpinan TNI-Polri dihadiri oleh unsur pimpinan kedua institusi, mulai dari tingkat pusat hingga komando kewilayahan dan pimpinan satuan di daerah. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan rapim menjadi forum tahunan untuk menerima arahan langsung dari Presiden sekaligus membahas evaluasi pelaksanaan tugas selama periode sebelumnya.
“Iya, rutin kan tiap tahun. Ini kan acara rutin saja, evaluasi, apa langkah-langkah ke depan. Biasa, kita dapat pengarahan dari presiden,” ujar Maruli kepada pewarta di Istana Kepresidenan.
Maruli menjelaskan, peserta rapim terdiri atas perwira tinggi TNI dan Polri dengan jenjang kepemimpinan tertentu. Setelah pengarahan dari Presiden, arahan tersebut akan ditindaklanjuti secara berjenjang di internal masing-masing institusi.
“Ya nanti ada rapim TNI lagi, nanti rapim Angkatan Darat lagi, turunan-turunan dari petunjuk presiden, apa yang kita lakukan,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menilai pengarahan Presiden dalam rapim TNI-Polri kemungkinan besar berkaitan dengan evaluasi awal tahun serta penentuan agenda strategis ke depan. Meski demikian, Tito mengaku belum mengetahui secara rinci materi yang disampaikan dalam rapat tersebut.
“Saya kurang tahu jujur aja, tapi ini kan rutin ya TNI-Polri mungkin evaluasi,” kata Tito.
Tito menambahkan, rapim TNI-Polri digelar tidak lama setelah Presiden memimpin rapat koordinasi nasional bersama para kepala daerah yang berlangsung di Sentul, Jawa Barat. Menurutnya, awal tahun biasanya dimanfaatkan Presiden untuk menyampaikan arahan umum kepada berbagai pemangku kepentingan.
“Kemarin kan ada rapat di Sentul rakor seluruh kepala daerah. Itu awal tahun biasanya beliau sampaikan ke kepala daerah, nah ini juga mungkin awal tahun juga untuk TNI Polri,” ujarnya.
Ia memperkirakan pembahasan dalam rapim tersebut tidak jauh dari isu-isu strategis yang berkaitan dengan tugas pokok TNI dan Polri, termasuk bidang pertahanan, keamanan, serta kesiapan menghadapi agenda nasional mendatang.
“Terutama yang berhubungan dengan tugas TNI Polri pertahanan dan keamanan. Kemudian juga mungkin evaluasi kemarin Natal dan Tahun Baru relatif aman. Kemudian nanti kan ada event besar yaitu Ramadan dan Hari Raya,” kata dia.
Meski demikian, Tito menegaskan bahwa perkiraannya tersebut bersifat asumsi pribadi. “Saya pikir nggak akan jauh-jauh dari situ, tapi apapun jujur aja nggak tau ini kan hanya dugaan saya saja,” pungkas Tito.



