JCCNetwork.id- Komedian Pandji Pragiwaksono memastikan tetap melanjutkan agenda pertunjukan komedinya di tengah polemik hukum yang menyeret namanya. Meski pertunjukan bertajuk Mens Rea memicu kontroversi dan berujung pada laporan dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya, Pandji menegaskan tidak akan menghentikan aktivitasnya sebagai pelaku seni pertunjukan.
Kepastian tersebut disampaikan Pandji usai melakukan pertemuan dan dialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa (3/2/2026) malam. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan tidak akan lagi menggunakan judul Mens Rea untuk pertunjukan komedinya ke depan.
“Apakah akan ada Mens Rea lagi? Jawabannya tidak. Tapi saya akan tetap bikin pertunjukan lagi,” ujarnya.
Pandji menjelaskan, selama ini setiap pertunjukan stand-up comedy yang ia gelar selalu memiliki judul berbeda. Menurutnya, tidak pernah ada satu judul yang digunakan lebih dari satu kali, termasuk Mens Rea yang belakangan menuai sorotan publik.
“Jadi, setiap pertunjukan saya memang tidak pernah ada yang judulnya sama. Selalu berganti. Apakah akan ada pertunjukan lainnya? Pasti ada, tapi judulnya bukan Mens Rea,” ungkap komika 46 tahun tersebut menambahkan.
Komika berusia 46 tahun itu menambahkan, meski judul dan kemasan pertunjukan akan berubah, substansi materi komedi yang dibawakan tetap berangkat dari isu sosial dan politik. Ia menilai tema tersebut merupakan bagian dari kegelisahan pribadi sekaligus menjadi ciri khas dalam karya-karya komedinya selama ini.
Pandji menegaskan bahwa komedi baginya adalah medium ekspresi sekaligus refleksi terhadap realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, ia memastikan tidak akan meninggalkan pendekatan tersebut dalam pertunjukan-pertunjukan mendatang.
Sementara itu, terkait pertemuannya dengan MUI, Pandji menyampaikan bahwa kedatangannya bertujuan untuk memberikan penjelasan secara langsung mengenai maksud dan konteks materi stand-up comedy yang dinilai menimbulkan kesalahpahaman di sejumlah kalangan.
Didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, Pandji memaparkan latar belakang serta pesan yang ingin disampaikan melalui materi pertunjukan yang menjadi sorotan tersebut. Ia menyebut dialog dengan MUI berlangsung secara terbuka dan konstruktif.
“Alhamdulillah dialognya berjalan sangat menyenangkan dan penuh tawa,” ujarnya.
Pandji berharap, klarifikasi dan dialog yang dilakukan dapat memperjelas duduk perkara sekaligus meredakan polemik yang berkembang di tengah masyarakat. Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak guna menjaga suasana kondusif, tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi dalam berkesenian.



