JCCNetwork.id- Puluhan perempuan yang tergabung dalam Komunitas Cinta Kebaya Depok, Jawa Barat, mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Jalan Kutai Utara No. 1, Kelurahan Sumber, Solo, Jumat (30/1/2026) siang.
Kedatangan mereka membawa pesan simbolik tentang kesinambungan kepemimpinan nasional.
Dalam aksi tersebut, para anggota komunitas membentangkan kain batik tulis sepanjang 27 meter tepat di depan gerbang rumah Jokowi.
Batik berwarna-warni itu menampilkan motif delapan Presiden Republik Indonesia, mulai dari Soekarno hingga Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Ketua Komunitas Cinta Kebaya Depok, Via Chintya, mengatakan batik tersebut dipersembahkan khusus sebagai bentuk penghormatan kepada Jokowi sekaligus simbol harapan rakyat terhadap keberlanjutan kepemimpinan nasional lintas generasi.
“Batik ini kami persembahkan untuk Bapak Jokowi sebagai Presiden ke-7. Panjangnya 27 meter dengan motif delapan Presiden RI, dari Presiden Soekarno sampai Presiden Prabowo Subianto,” ujar Chintya kepada wartawan.
Namun, kehadiran rombongan tersebut tidak dapat disambut langsung oleh Jokowi. Mantan Presiden RI itu diketahui sedang berada di luar kota saat kunjungan berlangsung.
“Kami tentu berharap bisa bertemu langsung, tapi hari ini belum ada kesempatan,” kata Chintya.
Chintya menjelaskan, batik tulis tersebut merupakan karya perajin lokal asal Kulonprogo, Yogyakarta, bernama Bayu dari Sembung Batik.
Proses pembuatannya dilakukan secara manual tanpa sambungan, menegaskan keaslian dan nilai seni kain tersebut.
“Ini batik tulis asli, tanpa putus, sepanjang 27 meter. Ada motif Garuda Pancasila dan seluruh Presiden RI sebagai simbol kesinambungan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, motif batik tersebut mencerminkan harapan agar nilai-nilai kepemimpinan dari presiden pertama hingga presiden kedelapan tetap saling terhubung dalam bingkai Pancasila.
Selain dibentangkan di depan rumah Jokowi, komunitas tersebut juga berencana kembali menampilkan batik panjang itu dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Solo, pada Minggu (1/2/2026).
“Batik ini juga akan kami bentangkan saat CFD Solo agar pesan persatuan dan kesinambungan kepemimpinan ini bisa dilihat masyarakat luas,” pungkas Chintya.



