DPR Soroti Mahal Biaya Produksi Farmasi Nasional

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menilai daya saing industri farmasi nasional masih tertinggal dibandingkan produk impor akibat tingginya biaya produksi di dalam negeri. Kondisi tersebut dinilai berimbas langsung pada harga obat-obatan lokal yang sulit bersaing di pasar domestik maupun global.

Evita menyebutkan, persoalan utama yang dihadapi pelaku industri farmasi bukan semata-mata karena lemahnya efisiensi produksi, melainkan mahalnya komponen biaya yang harus ditanggung sejak proses awal manufaktur. Harga bahan baku yang tinggi, keterbatasan akses pasokan, serta biaya energi seperti gas industri menjadi faktor dominan yang menekan harga jual produk farmasi nasional.

- Advertisement -

“Kalau misalnya bahan bakunya mahal, otomatis kan jadinya harganya tinggi. Sebenarnya bukan karena mereka itu produknya mahal atau tidak efisien, bukan begitu. Tapi memang biaya memproduksi itu tinggi di Indonesia,” ujar Evita, Jumat (30/1).

Ia menegaskan, situasi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah karena industri farmasi memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional. Ketergantungan terhadap produk impor, menurutnya, berpotensi melemahkan kemandirian sektor kesehatan, terutama dalam kondisi darurat atau krisis global.

Selain persoalan biaya produksi, Evita juga menyoroti hambatan struktural berupa birokrasi perizinan yang dinilai masih berbelit dan tumpang tindih antar kementerian dan lembaga. Menurutnya, kebijakan yang tidak sinkron justru memperlambat pengembangan industri farmasi dalam negeri.

- Advertisement -

Ia menilai penguatan industri farmasi tidak bisa hanya dibebankan kepada Kementerian Perindustrian semata. Keterlibatan kementerian lain, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup, perizinan usaha, serta analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim industri yang kondusif.

“Kebijakan kita ini masih tumpang tindih. Sekarang ini nggak bisa Kemenperin saja kalau bicara izin industri. Ada kaitannya dengan lingkungan hidup, AMDAL, dan lintas K/L terkait. Jadi semuanya harus memiliki political will. Itu yang paling penting untuk kemajuan kemandirian produk industri dalam negeri,” pungkasnya.

Evita menambahkan, tanpa komitmen kuat dan koordinasi lintas sektor yang solid, upaya mendorong kemandirian industri farmasi nasional akan sulit tercapai. Ia berharap pemerintah segera melakukan pembenahan kebijakan secara menyeluruh agar produk farmasi dalam negeri mampu bersaing, tidak hanya di pasar nasional, tetapi juga di tingkat global.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rupiah Melemah ke Rp17.939 per Dolar AS

JCCNetwork.id- Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada pembukaan perdagangan Selasa setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Uang Korupsi Dipakai Bupati Klaten untuk Bayar Utang Pilkada #shorts #trending
01:21
Video thumbnail
Terkuak, Bupati Klaten Diduga Terima Setoran Rutin Rp1,8 Miliar dari OPD hingga BUMD
09:31
Video thumbnail
Anggota Parlemen Malaysia Desak ASEAN Protes ke Indonesia soal Kabut Asap
10:00
Video thumbnail
KPK Ungkap Tong Biru Isi Uang Diduga Hasil Korupsi Bupati Klaten #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
Bukan Brankas, KPK Ungkap Dugaan Uang Hasil Korupsi Bupati Klaten Disimpan dalam Tong Biru
08:31
Video thumbnail
Jokowi Blak-blakan Duga Ada Manuver untuk Hancurkan Reputasinya dan Gibran #shorts #trending
01:27
Video thumbnail
KPK Bongkar Dugaan Korupsi di BNPB, Gepokan Uang hingga Emas Dipamerkan
08:28
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Dana Bencana BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
KPK Bongkar Aliran Uang Miliaran dan Emas 325 Gram ke Pejabat BNPB dalam Kasus Korupsi Dana Bencana
13:39
Video thumbnail
Gugatan UU Pilkada Ditolak MK, Ini Alasan Ambang Batas Pencalonan Kepala Daerah Dipertahankan
08:07
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Penyelewengan Dana Bencana Rp148 Miliar oleh Adik Eks Kepala BNPB
14:44
Video thumbnail
Pemerintah Dituding Tebang Hutan, Mentan Amran UngkapPembukaan Sawah di Papua
08:04
Video thumbnail
Terungkap, KPK Beberkan Dugaan Dana Siap Pakai BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar
22:12
Video thumbnail
Resmi Jadi KSAD, Jenderal Tandyo Siap Turunkan Pasukan Bantu Pemadaman Karhutla #shorts
01:08
Video thumbnail
Lawan Ancaman Karhutla, BPGMN Dorong Budidaya Sagu hingga Jelutung di Lahan Gambut
08:44
Video thumbnail
Resmi Jadi KSAD, Jenderal Tandyo Siap Turunkan Pasukan Bantu Pemadaman Karhutla
08:50
Video thumbnail
Baru Dilantik, Kristomei Buka Peluang Rombak Personel BNPB Buntut Kasus Korupsi
08:29
Video thumbnail
Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Isu Pindah ke PSI: Kabar dari Mana?
01:44
Video thumbnail
Momen Menta Amran Sebut Mahasiswi PPL Kesayangannya, Langsung Dihadiahi Motor #shorts #trending
01:15
Video thumbnail
Bikin Haru, Mentan Amran Sebut Mahasiswi PPL Kesayangannya hingga Dihadiahi Motor
11:01

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER