JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengintensifkan langkah penanganan cuaca ekstrem yang memicu hujan deras di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menekan potensi hujan dengan intensitas tinggi yang berisiko menimbulkan banjir.
Pelaksanaan OMC tidak hanya difokuskan di wilayah administratif DKI Jakarta, tetapi juga diperluas ke daerah penyangga di sekitar ibu kota. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi terpadu untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem di kawasan Jabodetabek yang memiliki keterkaitan hidrologis dan meteorologis.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, Pemprov DKI Jakarta siap berkontribusi secara finansial dalam pelaksanaan OMC, termasuk menanggung biaya untuk daerah lain yang belum memiliki alokasi anggaran khusus terkait program tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas daerah menjadi kunci dalam menghadapi cuaca ekstrem yang dampaknya tidak mengenal batas wilayah administrasi.
“Termasuk kemungkinan daerah lain yang tidak memiliki anggaran OMC. Jakarta pasti akan berkontribusi untuk itu,” ujar Pramono, dikutip Senin (26/1).
Pramono menjelaskan, kebijakan dan langkah modifikasi cuaca yang saat ini dijalankan merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Arahan tersebut diterima secara langsung melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) serta sejumlah menteri terkait yang terlibat dalam penanganan bencana dan kondisi darurat cuaca.
“Melalui Pak Mensesneg, arahan itu sudah disampaikan langsung kepada saya oleh beberapa menteri, dan kami siap bekerja sama untuk menjalankannya,” kata Pramono.
Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan bahwa secara nasional, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca di berbagai daerah berada di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, untuk wilayah Jakarta dan kawasan sekitarnya, Pemprov DKI Jakarta mengambil peran utama dalam pelaksanaan OMC serta langkah-langkah teknis pendukung lainnya.
“Untuk beberapa daerah, OMC ditangani oleh BNPB. Tetapi untuk wilayah Jabodetabek, pelaksanaan OMC dan langkah-langkah terkait akan ditangani langsung oleh Pemprov Jakarta,” ucapnya.
Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjalankan seluruh arahan Presiden Prabowo Subianto yang berkaitan dengan penanganan dampak cuaca ekstrem di ibu kota. Pemerintah daerah, kata Pramono, akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana hidrometeorologi.
“Jadi apa pun yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk Jakarta, pasti kami jalankan,” tutupnya.
Pemprov DKI Jakarta berharap, melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga terkait, upaya mitigasi cuaca ekstrem melalui Operasi Modifikasi Cuaca dapat berjalan efektif dan mampu meminimalkan potensi kerugian akibat hujan lebat dan banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya.



