JCCNetwork.id- Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, kembali menjadi sasaran pelecehan rasis menjelang pertandingan babak 16 besar Copa del Rey melawan Albacete di Stadion Carlos Belmonte, Rabu (14/1/2026) waktu setempat.
Insiden terjadi di luar stadion ketika sekelompok orang melantunkan nyanyian bernada rasis yang ditujukan kepada pemain asal Brasil berusia 25 tahun tersebut.
Vinicius tampil sebagai starter di bawah arahan pelatih baru Real Madrid, Alvaro Arbeloa.
Pihak Albacete secara resmi mengecam tindakan tersebut melalui akun media sosial klub.
Manajemen menyatakan perilaku rasis itu tidak mencerminkan nilai klub maupun masyarakat Albacete.
Kasus ini menambah daftar panjang pelecehan rasial yang dialami Vinicius selama berkarier di Spanyol.
“Cukup sudah rasisme ini, ini benar-benar memalukan. Ini bukan citra yang mewakili masyarakat Albacete atau klub,” tulis pihak klub.
Pada Mei 2025, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara kepada lima pelaku rasisme dalam insiden laga Real Madrid kontra Real Valladolid pada 2022, yang menjadi putusan hukum bersejarah.
Hingga kini, tercatat sedikitnya 18 laporan hukum terkait tindakan rasis terhadap Vinicius.
Real Madrid belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kejadian terbaru tersebut.
Sebelumnya, Vinicius menyuarakan kekecewaannya terhadap respons otoritas sepak bola yang dinilai belum cukup tegas dalam menangani kasus rasisme.
Pertandingan Albacete kontra Real Madrid sendiri berakhir dengan kemenangan tipis tuan rumah 3-2, sekaligus menutup laga yang kembali diwarnai isu diskriminasi di sepak bola Spanyol.



