JCCNetwork. id- Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan perombakan di jajaran perwira tinggi. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memutasi sebanyak 71 Perwira Tinggi (Pati) Polri, termasuk 31 di antaranya berpangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol). Kebijakan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP/2025 tertanggal 15 Desember 2025.
Surat telegram tersebut ditandatangani atas nama Kapolri oleh Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Polri Irjen Pol Anwar. Mutasi meliputi rotasi jabatan strategis di berbagai satuan, mulai dari Mabes Polri, Bareskrim, Baharkam, Lemdiklat, hingga jajaran kepolisian daerah.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang rutin dilakukan. Langkah ini, kata dia, bertujuan menjaga dinamika kelembagaan sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.
“Mutasi adalah hal yang wajar dalam tubuh Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier personel, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Trunoyudo, Rabu (24/12/2025).
Dalam daftar mutasi tersebut, sejumlah perwira menempati posisi strategis baru. Brigjen Pol Kalingga Rendra Raharja dipercaya mengemban jabatan sebagai Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Baharkam Polri. Sementara Brigjen Pol Tony Harsono dipindahkan ke Itwasum Polri sebagai Auditor Kepolisian Utama Tingkat I.
Rotasi juga menyentuh jajaran wakil kepala kepolisian daerah. Brigjen Pol Rony Samtana yang sebelumnya menjabat Wakapolda Sumatera Utara, kini menempati posisi Wakapolda Sumatera Selatan. Posisi Wakapolda Sumut selanjutnya diisi oleh Brigjen Pol Sonny Irawan, yang sebelumnya bertugas di Sespim Lemdiklat Polri.
Selain rotasi dan promosi, mutasi kali ini juga mencakup penugasan ke lembaga pendidikan, penguatan fungsi penyidikan di Bareskrim, hingga penempatan perwira tinggi dalam rangka memasuki masa pensiun. Beberapa perwira juga dialihkan ke jabatan widyaiswara sebagai bagian dari penguatan fungsi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Polri.
Polri berharap melalui mutasi ini, kinerja organisasi semakin solid dalam menghadapi tantangan keamanan dan penegakan hukum ke depan, seiring tuntutan masyarakat terhadap institusi kepolisian yang semakin tinggi.



