JCCNetwork.id- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung dampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat. Di sela kunjungannya, Presiden melihat tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir hingga masuk ke permukiman warga.
Saat menuju Posko Pengungsian Jembatan Aceh Tamiang, Prabowo sempat berhenti untuk mengamati sisa-sisa kayu, puing bangunan, serta barang-barang rumah tangga yang terseret dan menumpuk di bawah jembatan. Kayu gelondongan tersebut diketahui telah menghantam sejumlah rumah warga saat banjir melanda kawasan tersebut.
Didampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, Presiden berdialog singkat di lokasi sambil meninjau endapan lumpur dan dampak kerusakan di lingkungan permukiman warga.
Usai meninjau area terdampak, Presiden melanjutkan kunjungan ke tenda pengungsian untuk memastikan penanganan terhadap para korban bencana berjalan dengan baik. Di Kabupaten Aceh Tamiang, Prabowo juga meninjau posko kesehatan yang memberikan layanan medis kepada warga terdampak banjir.
Kepada warga yang tengah menjalani pengobatan, Presiden menanyakan kondisi dan keluhan yang dirasakan, serta mendoakan agar mereka segera pulih. Prabowo juga berdialog dengan para tenaga kesehatan yang bertugas di posko tersebut.
Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan pentingnya menjaga lingkungan guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang. Ia menyoroti praktik penebangan pohon yang tidak terkendali sebagai salah satu faktor yang perlu mendapat pengawasan ketat dari pemerintah daerah.
“Kita harus jaga lingkungan kita, alam kita harus kita jaga. Kita tidak boleh tebang pohon sembarangan. Saya minta pemda semua lebih waspada, lebih awasi,” kata Prabowo.
Di hadapan para pengungsi, Presiden menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak dalam penanganan bencana, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat proses pemulihan di Aceh Tamiang.



