Harga Cabai dan Minyak Masih Mahal  Menjelang Nataru

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), harga pangan di Indonesia tercatat mengalami penurunan di hampir seluruh komoditas. Meski demikian, sejumlah bahan pokok masih diperdagangkan di atas harga acuan pemerintah (HAP).

 

- Advertisement -

Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga rata-rata nasional beras medium tercatat Rp 13.329 per kilogram (kg), sedangkan beras premium Rp 15.522 per kg. Beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp 12.380 per kg.

Komoditas lain seperti bawang merah Rp 46.278 per kg, bawang putih Rp 35.840 per kg, cabai merah keriting Rp 35.840 per kg, cabai merah besar Rp 49.699 per kg, dan cabai rawit merah Rp 70.473 per kg.

Sementara itu, harga daging sapi rata-rata Rp 134.994 per kg, daging ayam ras Rp 38.877 per kg, telur ayam ras Rp 30.920 per kg.

- Advertisement -

Daging kerbau segar dan beku masing-masing diperdagangkan Rp 127.500 dan Rp 100.837 per kg. Minyak goreng kemasan premium dijual Rp 20.490 per liter, minyak goreng Minyakita Rp 17.125 per liter, dan minyak goreng curah Rp 17.170 per liter.

Gula konsumsi rata-rata Rp 17.844 per kg, garam konsumsi Rp 11.263 per kg, tepung terigu kemasan Rp 12.702 per kg, dan tepung terigu curah Rp 9.513 per kg.
Meski ada penurunan, harga cabai rawit merah masih tinggi, melampaui HAP yang dipatok Rp 40.000–57.000 per kg.

Di DKI Jakarta, cabai rawit merah tembus Rp 94.000 per kg atau 64,91 persen di atas HAP. Harga tertinggi tercatat di Papua Barat Daya mencapai Rp 145.000 per kg, atau 154,39 persen di atas HAP.

Kondisi serupa juga terjadi pada minyak goreng merek Minyakita. HET Minyakita ditetapkan Rp 15.700 per liter, tetapi harga rata-rata nasional mencapai Rp 17.325 per liter, atau sekitar 10 persen di atas HET. Di Maluku Utara, harga Minyakita bahkan menembus Rp 20.000 per liter, 27,39 persen di atas HET.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan, produksi cabai pada 2025 cukup memadai, namun cuaca menjadi faktor yang membatasi maksimalnya panen.

Menurutnya, kenaikan harga cabai di beberapa daerah masih wajar meski sudah melampaui HAP. “Stok cabai di tingkat produsen cukup, tetapi hujan terus-menerus membuat panen tidak maksimal,” ujar Mendag Budi dalam rapat koordinasi dengan Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) di Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Budi menambahkan, tren kenaikan harga cabai hampir terjadi setiap akhir tahun. Tahun 2024, lonjakan harga disebabkan oleh serangan hama dan penyakit tanaman, sementara tahun ini kendalanya lebih karena cuaca.

Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) per 6 Desember 2025 mencatat, harga rata-rata cabai merah nasional Rp 59.898 per kg, dan cabai rawit nasional Rp 60.861 per kg, keduanya di atas batas atas HAP konsumen masing-masing Rp 55.000 dan Rp 57.000 per kg.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Demo Reformasi di Monas, Arus Lalin Jakarta Pusat Dialihkan

JCCNetwork.id- Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa penutupan total Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (21/5/2026), sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER