JCCNetwork.id- Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWbA), Aang Sunadji, menegaskan bahwa seluruh bonus Rp1 miliar yang dijanjikan Presiden RI Prabowo Subianto bagi peraih medali emas di SEA Games 2025 akan diberikan penuh kepada atlet tanpa potongan. Kepastian ini disampaikan Aang sebagai bentuk komitmen organisasi menjaga hak-hak atlet menjelang pelaksanaan SEA Games di Thailand, 9–20 Desember 2025.
Aang menyatakan IWbA telah menginstruksikan seluruh pengurus dan pelatih agar tidak mengambil satu rupiah pun dari bonus atlet. Ia menegaskan sistem internal sudah dibangun sehingga baik pelatih maupun pengurus memiliki mekanisme penerimaan yang terpisah dari bonus atlet.
“Saya tegaskan dengan keras, tidak ada satu rupiah pun yang dipotong dari hak atlet,” jelas Aang Sunadji dikutip dari BolaSkor, Selasa (09/12).
“Sudah saya jamin selama setahun ini, saya selalu wanti-wanti ke semua pengurus pelatih, ‘Tidak boleh ada satu rupiah pun hak atlet yang anda ambil,’ saya bilang begitu,” terang Aang.
Ia menambahkan bahwa pelatih tetap memperoleh bonus tersendiri berdasarkan ketentuan yang disepakati.
“Bonusnya tetap ada untuk pelatih, tetapi untuk pengurus besar (PB) memang tidak ada,” ujar Aang Sunadji.
“Tapi buat saya, cita-cita kami itu mempersembahkan sesuatu yang indah untuk negara ini, ini pengabdian. Jadi, cita-cita kami tuh benar-benar pengabdian,” tegasnya.
IWbA juga mengedepankan transparansi penggunaan anggaran. Aang menjelaskan, seluruh dana pelatnas dan biaya keberangkatan ke SEA Games telah dipaparkan secara terbuka kepada atlet melalui workshop khusus. Langkah itu, menurutnya, dilakukan untuk mencegah praktik penyalahgunaan dana.
“Kami selalu transparan, bahkan kemarin dana Pelatnas, dana keberangkatan SEA Games, itu kita adakan satu workshop. Itu kita buka semuanya, jadi kita paparkan ke atlet,” ucapnya.
Ia menyebut keterbukaan ini juga dilakukan kepada pihak eksternal, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Pemerintah sebelumnya menargetkan cabang olahraga woodball mampu menyumbang sedikitnya empat medali emas. Indonesia optimistis mencapai target tersebut, mengingat woodball diprediksi menjadi salah satu cabang andalan dalam perolehan medali. Pada edisi 2025, Indonesia akan bersaing dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Aang berharap langkah transparansi yang diterapkan IWbA dapat diikuti oleh cabang olahraga lain. Menurutnya, sistem yang terbuka dapat memberikan rasa aman bagi atlet dan memastikan kesejahteraan mereka terjaga.
Di tengah upaya mencapai prestasi, Aang kembali menekankan pentingnya dedikasi atlet tanpa memikirkan bonus sebagai motivasi utama.
“Saya selalu bilang ke teman-teman pengurus bahwa cukup nama kita tercatat di sejarah. Bukan di uang. Uang bisa dicari, dan itu pun saya tanamkan ke teman-teman atlet,” tambah Aang.
“Jadi saya bilang, tolong buang jauh-jauh di otak kalian masalah uang. Uang itu akan datang pada saatnya.”
“Yang penting fight dulu. Kalau kalian fight, saya janji akan jaga dan tidak ada satu rupiah pun hak atlet yang diambil. Jadi di Woodball itu bener-bener kita menjaga lah ya,” tambahnya.
Tim woodball Indonesia menargetkan pencapaian bersejarah pada debutnya di SEA Games 2025. Aang menegaskan bahwa seluruh jajaran IWbA berkomitmen memberikan dukungan penuh demi mengharumkan nama Indonesia di pentas Asia Tenggara.























