Kesadaran Ekologis

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Sebab manusia dan alam adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dalam hal ini, manusia bukanlah penguasa tunggal atas alam. Manusia mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga alam.

Melestarikan alam sebagai pilihan etis. Di mana, manusia harus menghargai spesies liar dan habitat alaminya, tidak hanya karena apa yang mereka berikan kepada manusia, tetapi juga memiliki hak mereka sendiri untuk hidup dan berkembang.

- Advertisement -

Karena itu, tobat ekologis adalah pilihan dan solusi utama. Alam dan manusia harus saling melengkapi, bukan mengeruk untuk dihancurkan demi perut. Atau dengan kata lain, kapitalisasi alam demi hasrat kekayaan diri dan kelompok.

Mengutip mendiang Sri Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si’ tentang merawat rumah bersama. Fransiskus mengajak manusia mengubah cara pandang dan perilaku destruktif terhadap alam.

Bagi Fransiskus, tobat ekologis adalah panggilan untuk bertobat dari dosa merusak alam, mengubah gaya hidup dengan memelihara, adil dan bersaudara dengan seluruh ciptaan demi kebaikan bersama. Adanya transformasi radikal hati dan pola pikir untuk memelihara alam semesta.

- Advertisement -

Pesan Fransiskus sangat relevan untuk keberlangsungan kehidupan manusia dan alam saat ini. Di mana, manusia begitu maruk merusak alam tanpa solusi. Alam dijadikan objek yang mesti diperas. Alam pun mengamuk tanpa ampun. Akan tetapi selalu memakan korban yang tak berdosa.

Kapitalisasi alam untuk kepentingan sesaat adalah cara terburuk dalam merawat masa depan. Seyogyanya alam adalah representasi kehadiran manusia dalam dirinya yang lain. Alam dan manusia adalah sahabat yang harus saling menjaga. Mari bertobat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Purnomo Resmi Jadi Ketum IKAL Lemhannas

JCCNetwork.id- Mantan Menteri Eneri dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro resmi dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas RI periode 2026–2031...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER