JCCNetwork.id- Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa penutupan total Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (21/5/2026), sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya mobilitas massa dalam aksi peringatan Hari Reformasi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Kebijakan penutupan jalur tersebut akan diterapkan secara situasional menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan, terutama apabila jumlah peserta aksi mulai memenuhi badan jalan dan berpotensi mengganggu arus kendaraan di sekitar pusat pemerintahan.
Kepala Bagian Operasi Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Ashabul Kahfi, mengatakan pihaknya masih memberlakukan arus lalu lintas normal pada tahap awal sambil memantau dinamika massa aksi yang mulai bergerak menuju kawasan Monas.
Menurut dia, penutupan penuh Jalan Medan Merdeka Selatan akan diberlakukan apabila kepadatan massa semakin meningkat dan situasi membutuhkan pengamanan tambahan untuk menjaga ketertiban serta keselamatan pengguna jalan.
“Nanti untuk khusus Jalan Merdeka Selatan kita lakukan penutupan full. Untuk teknisnya nanti kita lihat situasi, untuk sementara waktu kita masih tetap normalkan terlebih dahulu,” ujar Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Ashabul Kahfi, saat memberikan arahan sebelum Apel Gabungan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Pengamanan unjuk rasa kali ini dipusatkan di sejumlah titik strategis yang diperkirakan menjadi lokasi konsentrasi massa. Selain Jalan Medan Merdeka Selatan, aparat gabungan juga menempatkan perhatian khusus di area Monas Selatan, Kolam A dan Kolam B, hingga kawasan Taman Pandang dekat Istana Kepresidenan.
“Kemudian untuk objek pelayanan kegiatan, tadi sudah saya sampaikan juga nanti berfokus di Monas Selatan, Jalan Merdeka Selatan, Kolam A, Kolam B, lanjut Taman Pandang dan beberapa elemen-elemen lain,” tambah Kahfi.
Polisi menilai titik-titik tersebut memiliki potensi kepadatan tinggi karena menjadi jalur utama pergerakan peserta aksi dari berbagai elemen masyarakat yang memperingati momentum Reformasi 1998.
Selain menyiagakan personel di lokasi demonstrasi, jajaran Satuan Lalu Lintas bersama para Kapolsek di wilayah hukum Jakarta Pusat juga diminta bersiap melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas secara cepat apabila situasi berkembang di luar prediksi.
Kepolisian mengantisipasi kemungkinan penumpukan kendaraan dan kepadatan massa yang dapat terjadi sewaktu-waktu mengingat mobilisasi peserta aksi berlangsung dinamis dari berbagai arah menuju kawasan Monas.
Tidak hanya mengawal aksi reformasi, aparat keamanan juga bersiap menghadapi kegiatan massa lain yang berlangsung pada waktu bersamaan di pusat ibu kota. Salah satu kelompok yang diperkirakan turut memadati kawasan Monas berasal dari komunitas pengemudi ojek online dari wilayah Jabodetabek.
Polisi menyebut kelompok tersebut dijadwalkan berkumpul di Lapangan Banteng sebelum bergerak menuju lokasi kegiatan. Untuk mencegah penumpukan massa di sekitar Istana Negara dan kawasan Patung Kuda, aparat akan mengarahkan rombongan agar tetap berada di titik kumpul yang telah ditentukan.
“Ada kelancaran untuk kegiatan dari kelompok atau elemen ojol dari wilayah Jabodetabek akan melaksanakan kegiatan di Monas juga, nanti titik kumpul di Lapangan Banteng, diantisipasi supaya tidak melintas depan Istana maupun Patung Kuda jadi langsung diarahkan ke titik kumpul di Lapangan Banteng,” tutur Kahfi.
Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan unsur pemerintah daerah masih melakukan pengamanan dan pemantauan situasi di sejumlah ruas jalan protokol sekitar Monas guna memastikan aksi berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara luas.j



