JCCNetwork.id-Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap wilayah operasi jaringan narkotika internasional yang dipimpin buronan Interpol, Paryatin alias Dewi Astutik.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan, jaringan tersebut telah merekrut dan mengoperasikan kurir lintas negara sejak 2023.
Menurut Suyudi, Dewi Astutik mulai merekrut kurir pada 2023, kemudian mulai mengoperasikan pengiriman narkoba pada awal 2024.
“Recruiting sejak 2023, dan operating peluncuran kurir sejak awal 2024. Daerah operasi Paryatin Indonesia–Cambodia,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
BNN mencatat kurir yang bekerja di bawah jaringan Dewi Astutik bergerak di sejumlah negara. Mulai dari Indonesia, Laos, Hong Kong, Korea Selatan, Brasil, hingga Etiopia.
Berdasarkan hasil analisis BNN, seluruh wilayah tersebut menjadi jalur peredaran narkotika kelas atas yang dikendalikan Dewi Astutik.
“Berdasarkan pendalaman dan analisa, narkoba yang diedarkan jaringan Paryatin alias Dewi Astutik beredar di Indonesia, Laos, Hong Kong, Korea, Brasil, dan Etiopia,” kata Suyudi.
Dewi Astutik, yang juga dikenal dengan sebutan PA atau “Mami”, ditangkap BNN di Kamboja pada Senin, 1 Desember 2025.
Ia disebut sebagai aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu dari jaringan Golden Triangle yang berhasil digagalkan pada Mei 2025.
Selain itu, ia juga diduga terlibat dalam sejumlah kasus besar pada 2024 yang terkait jaringan Golden Crescent.
Penangkapan ini menjadi salah satu operasi internasional terbesar BNN dalam membongkar sindikat narkotika lintas negara dengan struktur terorganisasi dan pola pergerakan global.























