JCCNetwork.id- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin ingin mengakhiri perang di Ukraina.
Pernyataan itu disampaikannya dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih, Jumat (17/10/2025) waktu setempat.
Namun, klaim tersebut segera dibantah oleh Zelenskyy. Menurutnya, Moskow hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda kesediaan untuk menghentikan invasi yang dimulai sejak Februari 2022.
“Saya pikir Presiden Putin ingin mengakhiri perang,” ujar Trump kepada wartawan seperti dikutip dari TRT World, Sabtu (18/10/2025).
Trump menambahkan, dirinya telah melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Rusia sehari sebelumnya. Ia optimistis dapat memediasi perdamaian antara kedua negara.
Dalam pernyataannya, Trump juga menyinggung soal potensi pengiriman rudal Tomahawk ke Ukraina, namun menyiratkan langkah itu bisa ditunda demi memberi ruang bagi diplomasi.
“Mudah-mudahan mereka tidak membutuhkannya. Mudah-mudahan kita bisa mengakhiri perang tanpa memikirkan Tomahawk,” katanya.
Lebih lanjut, Trump mengungkapkan bahwa dirinya dan Putin telah menyepakati pertemuan puncak selanjutnya yang akan digelar di Budapest, Hongaria.
KTT tersebut akan menjadi pertemuan lanjutan setelah pertemuan sebelumnya di Alaska pada Agustus lalu gagal menghasilkan kesepakatan damai.
Pertemuan di Budapest digadang-gadang sebagai upaya lanjutan untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah menelan puluhan ribu korban jiwa dan menyebabkan krisis kemanusiaan di berbagai wilayah Ukraina.
Sementara itu, pihak Ukraina tetap menunjukkan keraguan terhadap kesungguhan Moskow.
Zelenskyy menyatakan bahwa Rusia belum menunjukkan sinyal konkret untuk menghentikan agresinya.



