JCCNetwork.id- Seorang wanita muda bernama Anti Puspita Sari (22) ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kamar hotel di Palembang pada Sabtu (11/10/2025) sore.
Sebelum kematiannya, gerakan mencurigakan Anti terekam kamera pengawas (CCTV) hotel, yang kini menjadi bahan utama penyelidikan kepolisian.
Dalam rekaman berdurasi beberapa detik yang diunggah akun Instagram @palembang_kucarkacir, Anti terlihat berada di lobi hotel bersama seorang pria yang diduga adalah orang terakhir yang bersamanya.
Wanita berjilbab pink itu terekam melakukan gerakan tangan cepat ke bagian bawah tubuhnya sambil membelakangi kamera, seolah menyembunyikan sesuatu dari pria di sampingnya.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, mengonfirmasi bahwa pria tersebut kini sedang dalam pencarian pihak kepolisian.
“Dari hasil penyelidikan sementara, pria yang terlihat bersama korban di lobi hotel adalah orang yang juga melakukan check-in bersamanya. Kami menduga kuat pria tersebut terlibat langsung dalam kejadian ini,” ujar Kombes Harryo, Minggu (12/10/2025).
Setelah ditemukan tak bernyawa di Kamar Nomor 8, Hotel Lendosis, Jalan Printis Kemerdekaan, korban diketahui mengalami luka lebam dan jeratan di leher.
Polisi juga mendapati korban tidak mengenakan celana dalam, yang menimbulkan dugaan adanya unsur kekerasan seksual.
Selain itu, sepeda motor dan telepon genggam milik korban juga hilang.
“Ini menguatkan dugaan adanya motif pencurian dalam kasus pembunuhan ini,” tambah Kapolrestabes.
Pada Selasa (14/10/2025), tim gabungan dari Polrestabes Palembang, Polda Sumsel, dan Inafis melakukan ekshumasi terhadap jenazah Anti Puspita Sari di TPU Talang Petai, Kecamatan Plaju. Proses otopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
“Ekshumasi dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan. Kami akan menunggu hasil lengkap dari pihak medis,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan.
Adi Rosadi (36), suami korban, mengaku terakhir kali melihat istrinya pada Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, Anti berpamitan untuk mengantar dirinya bekerja. Setelah itu, Anti tidak kembali ke rumah, dan nomor ponselnya tak lagi aktif.
“Saat saya pulang, istri saya tidak menjemput seperti biasa. Saya cari ke rumah keluarga dan teman-temannya, tapi tidak ada yang tahu. Sampai akhirnya saya mendapat kabar bahwa dia ditemukan meninggal di hotel,” ujar Adi.
Menanggapi video viral yang memperlihatkan istrinya bersama pria lain di hotel, Adi mengaku tak mengenal pria tersebut. Namun, ia pernah memergoki Anti sedang chatting dengan laki-laki lain via WhatsApp.
“Tapi yang pasti, anak yang tengah dikandung istri saya adalah anak kami. Anak pertama kami baru berusia 1 tahun 8 bulan,” tegasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian telah memeriksa lima orang saksi, termasuk dua petugas resepsionis hotel, suami korban, teman dekat korban, serta warga sekitar lokasi kejadian.
“Dari keterangan yang kami peroleh, korban dan pria yang bersama dengannya diketahui bertemu di luar sepengetahuan suami korban,” jelas Kombes Harryo.
Pihak kepolisian masih mendalami motif pembunuhan yang diduga dilakukan dengan cara yang sangat keji, serta memburu pelaku yang wajahnya terekam jelas dalam CCTV hotel.


