JCCNetwork.id- Daihatsu resmi memperkenalkan versi modern dari kendaraan roda tiga legendarisnya, Daihatsu Midget, dalam wujud Midget X.
Kendaraan komersial ringan (LCV) bertenaga listrik ini diperkenalkan menjelang ajang Japan Mobility Show (JMS) 2025, dengan tampilan yang tetap mempertahankan nuansa klasik namun mengusung teknologi masa kini.
Dilansir dari Carscoops, Selasa (14/10/2025), Daihatsu Midget pertama kali diluncurkan pada tahun 1957 sebagai kendaraan niaga kecil beroda tiga.
Popularitasnya kala itu disebabkan oleh kemampuannya bermanuver di jalanan sempit, sehingga cocok untuk pengiriman barang ringan maupun menunjang kegiatan usaha kecil.
Kini, Midget X hadir membawa desain retro-modern yang ikonik. Bagian depan menampilkan lampu LED bulat, kaca depan bergaya helikopter, dan roda semi-terbuka dengan lampu terintegrasi. Indikator baterai juga terlihat di sisi bodi kendaraan, mempertegas identitasnya sebagai kendaraan listrik.
Interior Midget X mempertahankan konfigurasi unik, dengan posisi pengemudi di tengah serta dua kursi penumpang di kiri dan kanan.
Ruang bagasi belakang dirancang fleksibel, dapat berfungsi sebagai bak terbuka yang diperluas. Pintu belakang pun dilengkapi dengan engsel dan gagang yang didesain khusus.
Mesin bensin konvensional pada model klasik kini telah sepenuhnya digantikan oleh sistem penggerak listrik.
Namun hingga kini, Daihatsu belum mengumumkan secara resmi spesifikasi teknis seperti daya, kapasitas baterai, maupun jarak tempuh Midget X.
Pabrikan asal Jepang ini hanya menyebut bahwa kendaraan tersebut cocok untuk menunjang berbagai gaya hidup masa kini.
Di Indonesia, kehadiran Midget X mengundang nostalgia tersendiri, mengingatkan pada moda transportasi roda tiga populer di masa lalu, yakni bemo.
Bemo pernah menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat perkotaan, sebelum akhirnya dilarang beroperasi akibat regulasi emisi yang semakin ketat.
Jika Midget X benar-benar dipasarkan sebagai kendaraan komersial ringan, ketersediaan infrastruktur pengisian daya listrik akan menjadi faktor krusial.
Hal ini mengingat kendaraan jenis ini berpotensi digunakan untuk aktivitas operasional seperti pengiriman barang maupun transportasi jarak pendek.























