JCCNetwork.id- Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, Ahmad Syamsuddin Arief, mengungkapkan adanya indikasi upaya sistematis untuk menggemboskan rencana aksi demonstrasi “Pati Jilid 2” yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (25/8/2025). Meski demikian, ia memastikan bahwa aksi penuntutan pelengseran Bupati Pati, Sudewo, tersebut akan tetap berjalan.
Arief menuding sejumlah oknum, salah satunya Ahmad Husein Hafid, menyebarkan informasi bahwa aksi tersebut batal digelar setelah melakukan pertemuan dengan Bupati Sudewo.
“Sejauh ini memang ada upaya penggembosan terkait dengan aksi demo Pati yang kedua ini sehingga ada oknum yang kemudian menyatakan bahwa aksi itu akan batal,” terang Arief di Kota Semarang, Sabtu (23/8/2025).
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan sejumlah konsolidasi dengan massa untuk mengantisipasi dinamika di lapangan dan memastikan aksi berjalan sesuai rencana.
Secara terpisah, sebagai bentuk perjuangan lain, sejumlah warga mendatangi Kantor Pos di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada Jumat (22/8/2025).
Mereka mengirimkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berisi dorongan agar lembaga antirasuah itu segera menetapkan Bupati Sudewo sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).



