144 Warga Tertipu Arisan Bodong Rp20 M

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kepolisian Resor (Polres) Lamongan tengah menyelidiki dugaan kasus penipuan berkedok arisan yang menjerat ratusan warga Kecamatan Solokuro. Sebanyak 144 orang dilaporkan menjadi korban, dengan total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp20 miliar.

Kepala Seksi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah korban yang merasa dirugikan akibat arisan bodong tersebut. Kasus kini ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut.

- Advertisement -

“Laporan sudah diterima dan masih didalami berdasarkan keterangan pelapor dan bukti yang ada,” ujar Hamzaid, Minggu (3/8).

Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil langkah hukum sendiri. Hamzaid menekankan bahwa proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan.

Kasus ini mencuat ke permukaan setelah puluhan korban mendatangi Polres Lamongan dengan didampingi kuasa hukum mereka, Indahwan Suci Ningati. Dalam keterangan persnya, Indahwan menjelaskan bahwa dugaan penipuan ini dilakukan oleh penyelenggara arisan yang kini menghilang tanpa jejak.

- Advertisement -

“Penyelenggara menghilang, akun media sosial diblokir, dan pencairan arisan yang dijadwalkan 30 Juli tak kunjung dilakukan,” kata Indah.

Ia mengungkapkan bahwa arisan tersebut telah berjalan sejak 2020 dan awalnya menggunakan sistem konvensional. Namun, sejak tiga tahun terakhir, sistem berubah menjadi arisan jual beli yang menjanjikan keuntungan cepat dengan skema mirip investasi.

Salah satu korban, Azam, mengaku tergiur dengan tawaran penyelenggara yang menjual slot arisan dengan harga lebih murah dari nilai pencairannya. Misalnya, arisan bernilai Rp10 juta ditawarkan seharga Rp8 juta, dengan janji akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp2 juta.

“Misalnya, arisan Rp10 juta dijual Rp8 juta. Pembeli dijanjikan untung Rp2 juta, tetapi ternyata tidak dibayar,” ujarnya.

Para korban diketahui berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari dokter, nelayan, ibu rumah tangga, hingga pekerja migran. Selain warga Kecamatan Solokuro, kasus ini juga menyeret warga dari luar daerah yang ikut dalam arisan melalui jaringan media sosial.

Kuasa hukum para korban meminta agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Ia menegaskan pentingnya pengungkapan kasus ini untuk mencegah munculnya korban-korban baru di masa mendatang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Tembus USD97 per Barel

JCCNetwork.id- Harga minyak dunia kembali mengalami penguatan pada perdagangan Rabu (3/6/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang kembali memanas...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER