Ekspor Sawit RI ke Eropa Kini Kian Terbuka

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah Indonesia resmi merampungkan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA), sebuah kesepakatan perdagangan komprehensif dengan Uni Eropa yang telah tertunda selama satu dekade. Kesepakatan ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam perluasan akses pasar internasional bagi produk unggulan nasional dan memperkuat kerja sama ekonomi lintas kawasan.

Pengumuman itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, dalam jumpa pers yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin malam (21/7/2025). Menurut Febrio, keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi negosiasi panjang yang akhirnya menghasilkan komitmen konkret antara kedua belah pihak.

- Advertisement -

“Sudah 10 tahun perjanjiannya akhirnya kita bisa deal. Itu akan membawa bukan hanya perdagangan, tetapi juga arus investasi ke Indonesia dan di Eropa,” tutur Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (Dirjen SEF) Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, kepada awak media di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (21/7/2025) malam.

Salah satu poin penting dalam perjanjian tersebut adalah soal keberlanjutan ekspor kelapa sawit, komoditas strategis Indonesia yang selama ini terhambat oleh berbagai regulasi dan isu lingkungan di kawasan Eropa. Dengan ditandatanganinya IEU–CEPA, ekspor sawit dan produk turunannya diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan ke pasar Eropa.

Lebih lanjut, Febrio menyatakan bahwa pelaku usaha di dalam negeri telah menunjukkan respons positif terhadap kesepakatan ini. Tarif impor yang lebih rendah dari negara-negara mitra di Uni Eropa diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global. Pemerintah juga menargetkan perjanjian ini menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada semester kedua tahun 2025.

- Advertisement -

“Ini adalah momentum yang akan kita gunakan untuk paruh kedua dari tahun 2025,” pungkas Febrio.

Wakil Menteri Luar Negeri Havas Oegroseno menegaskan bahwa perjanjian IEU CEPA merupakan bukti konkret dari keberhasilan diplomasi ekonomi Indonesia yang selama ini digalakkan pemerintah. Ia menyebutkan bahwa melalui perjanjian ini, ribuan produk ekspor Indonesia termasuk dari sektor pertanian, industri manufaktur, hingga produk turunan sumber daya alam—akan mendapatkan fasilitas penghapusan tarif masuk ke 27 negara anggota Uni Eropa.

Menurutnya, perjanjian ini juga memberikan jalan keluar terhadap isu-isu sensitif seperti EU Deforestation Regulation (EUDR) yang selama ini menjadi hambatan ekspor produk sawit. Melalui jalur CEPA, Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menyampaikan kepentingan nasional tanpa harus mengorbankan standar keberlanjutan yang diharapkan Uni Eropa.

Havas turut mengapresiasi peran aktif Presiden Prabowo Subianto dalam menuntaskan proses negosiasi, khususnya melalui pendekatan langsung dalam kunjungan kenegaraan ke markas besar Uni Eropa beberapa waktu lalu.

Perjanjian IEU CEPA ini diharapkan segera diratifikasi oleh kedua pihak dalam waktu dekat untuk dapat segera diimplementasikan secara penuh dan memberikan manfaat konkret bagi pelaku usaha serta pertumbuhan ekonomi nasional.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

PSG Tekuk Bayern 5-4, Semifinal Pecahkan Rekor

JCCNetwork.id-Paris Saint-Germain membuka peluang ke final Liga Champions setelah menundukkan Bayern Munchen 5-4 pada leg pertama semifinal di Parc des Princes, Paris, Rabu (29/4/2026)...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER