JCCNetwork.id- Pernyataan kontroversial Ketua Biro Ideologi dan Kaderisasi DPW PSI Bali, Dedy Nur, yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) layak dianggap sebagai nabi memicu kecaman dari berbagai pihak. Ungkapan tersebut viral di media sosial dan langsung menuai kritik tajam dari peneliti, ulama, dan pengamat politik.
Buni Yani, peneliti media dan politik, mengecam pernyataan itu sebagai bentuk penistaan agama. Ia menegaskan bahwa hanya orang bodoh yang menyamakan manusia, apalagi yang dianggap zalim, dengan derajat nabi. Kritik serupa datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Hukum, KH DR Ikhsan Abdullah, menyebut pernyataan Dedy Nur sebagai tindakan tidak waras dan indikasi kemurtadan dari agama.
Sementara itu, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, mempertanyakan kesehatan mental kader PSI tersebut. Ia menegaskan bahwa Jokowi adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan kontroversi, bukan sosok yang pantas dikultuskan. Pernyataan Dedy Nur dinilai berlebihan dan berpotensi merusak citra PSI sendiri.



