Paus Fransiskus Wafat, Vatikan Gelar Prosesi Khusus

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Vatikan secara resmi mengumumkan rencana pemindahan jenazah Paus Fransiskus ke Basilika Santo Petrus pada Rabu, 23 April 2025. Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian penghormatan terakhir yang disiapkan oleh Gereja Katolik bagi pemimpin spiritual mereka yang wafat dalam damai.

Juru bicara Vatikan, Matteo Bruni, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa pemindahan jenazah dilakukan agar umat Katolik dari berbagai belahan dunia dapat memberikan penghormatan terakhir secara langsung.

- Advertisement -

“Jenazah Paus Fransiskus akan dipindahkan ke Basilika Santo Petrus paling cepat pada hari Rabu,” kata juru bicara Vatikan Matteo Bruni.

Sebagai bagian dari prosesi keagamaan, Vatikan juga akan menyelenggarakan kebaktian doa di Lapangan Santo Petrus pada malam yang sama. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.30 waktu setempat, dipimpin oleh Kardinal Mauro Gambetti yang akan memimpin pembacaan doa Rosario bersama ribuan umat yang telah berkumpul sejak pagi hari.

“Cardinal Mauro Gambetti akan membacakan rosario, yang merupakan serangkaian doa,” kata pernyataan Vatikan.

- Advertisement -

Berdasarkan laporan dari Reuters, prosesi resmi akan diawali oleh Kardinal tertinggi Vatikan, Kevin Farrell, yang akan memimpin upacara konfirmasi kematian. Ia juga bertugas menempatkan jenazah Paus ke dalam peti jenazah sebagai bagian dari ritual penghormatan.

Upacara berkabung akan berlangsung selama sembilan hari, mengikuti tradisi Katolik yang dikenal dengan sebutan Novemdiales. Tanggal resmi pemakaman dan penguburan akan ditentukan dalam waktu dekat oleh para Kardinal yang tergabung dalam Konsistori Umum.

Paus Fransiskus selama masa kepemimpinannya dikenal sebagai figur yang rendah hati dan menolak berbagai simbol kemegahan. Pada tahun 2024, ia bahkan telah menetapkan reformasi terhadap tata cara pemakaman Paus. Alih-alih menggunakan tiga lapis peti seperti para pendahulunya—yakni peti dari cemara, timah, dan kayu ek—Fransiskus meminta untuk dimakamkan dalam peti kayu sederhana.

Tidak hanya itu, ia juga menolak untuk dimakamkan di ruang bawah tanah Basilika Santo Petrus, lokasi tradisional pemakaman para Paus. Sebagai gantinya, Paus Fransiskus telah menyatakan keinginannya untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma. Tempat tersebut memiliki makna spiritual khusus baginya karena kedekatannya dengan ikon Madonna yang menjadi favoritnya.

Ribuan peziarah dan umat dari seluruh dunia diperkirakan akan memadati Kota Vatikan selama sembilan hari ke depan untuk mengikuti rangkaian penghormatan dan misa pemakaman. Sementara itu, aparat keamanan telah bersiap menghadapi lonjakan pengunjung dan memastikan kelancaran prosesi keagamaan yang dipandang sakral oleh umat Katolik di seluruh dunia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Lima Tewas dalam Kebakaran Rumah di Tanjung Duren

JCCNetwork.id-Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di kawasan padat penduduk di Jalan Rambutan Timur VI, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Jumat (17/4/2026) dini hari. Peristiwa...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER