Dari Gelapnya Portugal ke Terangnya Garuda: Perjalanan Bangkit Calvin Verdonk

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Karier sepak bola Calvin Verdonk tak selalu berjalan mulus. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia itu pernah mengalami masa kelam saat merantau ke Portugal untuk membela FC Famalicão. Dalam perjalanannya, Verdonk mengaku harus menghadapi tantangan berat, mulai dari kendala bahasa hingga isolasi sosial akibat pandemi Covid-19.

Dalam wawancaranya bersama media Belanda, ForzaNEC, Verdonk tak ragu menyebut masa-masa di Famalicão sebagai periode tergelap dalam hidupnya sebagai pesepak bola. Ia merasa terasing, baik di dalam ruang ganti maupun di luar lapangan.

- Advertisement -

“Ketika itu situasinya sangat sulit. Pandemi melanda, dan sebagian besar rekan tim berasal dari Amerika Selatan yang tidak berbicara bahasa Inggris. Aku benar-benar kesulitan berkomunikasi,” ungkapnya.
Kurangnya rasa nyaman itu secara langsung berdampak pada performanya. Verdonk merasa tak bisa menunjukkan kemampuan terbaik karena tak memiliki pegangan emosional di lingkungan barunya.

“Kalau kamu tidak bahagia di luar lapangan, jangan harap bisa tampil maksimal saat bertanding,” tambahnya.
Situasi di Portugal pun membuatnya harus mencari jalan keluar. Tahun 2021, ia kembali ke tanah kelahirannya dengan status pinjaman ke klub Eredivisie, NEC Nijmegen.

Di sanalah Verdonk menemukan kembali kenyamanan yang hilang. Performanya kembali bersinar, hingga manajemen klub memutuskan untuk mengikatnya secara permanen pada Juli 2022.
“Di NEC, aku merasa kembali ke rumah. Rasa itu terlihat jelas dari penampilanku di lapangan,” katanya mantap.

- Advertisement -

Kini, meski kualitasnya cukup mumpuni, Verdonk mengaku tak berminat mencoba peruntungan di Premier League Inggris. Ia menilai liga tersebut terlalu menguras fisik dan intensitasnya tidak cocok dengan gaya bermainnya yang kini lebih matang dan efisien.

“Premier League bukan tempat untukku. Temponya terlalu cepat, terlalu fisikal, dan jadwalnya padat. Bundesliga mungkin lebih cocok untukku,” ujar pemain berusia 28 tahun itu.

Namun demikian, ia tak menutup pintu sepenuhnya. Liga top Eropa seperti La Liga Spanyol atau Serie A Italia masih menarik perhatiannya, terutama jika tawarannya menjanjikan secara finansial. Meski begitu, ia mengakui masih belum mengenal sepak bola Italia secara mendalam.

Sementara masa depan klubnya masih penuh tanda tanya, satu hal yang jelas: Calvin Verdonk kini jadi tumpuan utama di lini belakang Timnas Indonesia. Sejak resmi menyandang status WNI, posisinya di sektor kiri nyaris tak tergantikan.

Di era Shin Tae-yong ia bersinar, dan kini di bawah arahan pelatih anyar Patrick Kluivert, namanya tetap masuk daftar utama. Jika tak ada aral melintang, Verdonk hampir pasti akan kembali dipanggil membela Merah Putih dalam laga FIFA Matchday Juni 2025, menghadapi dua lawan tangguh: China dan Jepang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Usman Hamid Kritik Pernyataan “Inflasi Pengamat”

JCCNetwork.id-Diskusi kelompok terarah (FGD) yang digelar Forum Intelektual Antardisiplin (FIAD) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta Pusat, pada Senin (13/4), diwarnai tanggapan keras terhadap...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER