JCCNetwork.id-Korea Utara memastikan langkahnya ke babak perempat final Piala Asia U-17 2025 dengan penuh drama usai bermain imbang 2-2 melawan Oman dalam laga pamungkas Grup D yang digelar di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jumat (11/4).
Hasil tersebut mengantarkan tim berjuluk Chollima Muda itu sebagai runner-up grup, mengantongi lima poin dari tiga laga, hanya terpaut satu poin dari Tajikistan yang keluar sebagai juara grup.
Hasil imbang kontra Oman ini juga membuka jalan bagi Korea Utara untuk kembali mencicipi atmosfer Piala Dunia U-17 setelah absen selama delapan tahun.
Tak hanya itu, mereka kini bersiap menghadapi tantangan berat di babak delapan besar: bertemu langsung dengan Timnas Indonesia U-17 yang tampil meyakinkan sepanjang fase grup.
Pertandingan perempat final antara Timnas Indonesia dan Korea Utara dijadwalkan berlangsung pada Senin malam (14/4) mendatang, masih di stadion yang sama, King Abdullah Sports City Hall Stadium.
Pelatih kepala Korea Utara, O Thae Song, memilih meredam euforia dan tidak banyak berbicara mengenai calon lawannya, Indonesia. Namun ia tak menutupi kebanggaannya terhadap perjuangan para pemain mudanya yang telah menembus fase krusial turnamen ini.
“Kami sangat senang dengan hasil ini. Kami telah berlatih dan mempersiapkan diri untuk momen ini. Para pemain bahagia bisa lolos ke Piala Dunia,” ujar Thae Song seperti dikutip.
Salah satu pemain yang menjadi sorotan dalam pertandingan melawan Oman adalah sang kapten tim, Kim Yu Jin. Pemain serba bisa ini tampil gemilang dengan torehan satu gol dan satu assist, menjadikannya sebagai motor serangan sekaligus inspirator tim di lapangan.
Namun, di balik kegembiraan itu, Thae Song mengakui timnya masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah, terutama di lini belakang. Dua gol yang bersarang ke gawang mereka dari Oman menjadi catatan serius menjelang laga kontra Garuda Muda.
“Kami kebobolan dua gol malam ini, meskipun sudah menekankan pertahanan. Kami harus memperbaiki area tersebut di pertandingan berikutnya,” tambahnya.
Timnas Indonesia sendiri tidak bisa dianggap remeh. Di antara seluruh kontestan yang lolos ke perempat final, skuad asuhan pelatih Bima Sakti ini tercatat sebagai salah satu tim paling produktif. Dari tiga pertandingan fase grup, Indonesia mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan satu kali—statistik yang lebih baik dari Jepang yang juga mencetak tujuh gol namun kebobolan lima kali.
Uzbekistan menjadi tim dengan rekor paling produktif sejauh ini dengan sembilan gol dari tiga laga, namun catatan pertahanan Indonesia membuat mereka menjadi salah satu kuda hitam paling berbahaya di turnamen ini.
Korea Utara sendiri mencetak enam gol dan kebobolan tiga dalam tiga pertandingan grup—angka yang mengindikasikan kekuatan serangan mereka cukup konsisten, meskipun ada celah di lini pertahanan.
Pertarungan antara dua tim dengan filosofi bermain yang berbeda ini diprediksi akan menjadi salah satu laga paling menarik di babak perempat final. Indonesia dengan semangat menyerang dan kedisiplinan bertahan akan menghadapi Korea Utara yang terkenal dengan daya juang tinggi dan semangat kolektivitas yang kuat.
Adu strategi antara O Thae Song dan Bima Sakti pun menjadi sorotan tersendiri. Kedua pelatih muda ini akan diuji kemampuannya dalam membaca situasi dan memaksimalkan potensi pemain di laga hidup-mati tersebut.
Apakah Garuda Muda mampu terbang lebih tinggi dan menembus semifinal Piala Asia U-17 untuk pertama kalinya? Ataukah Korea Utara akan kembali menunjukkan kedisiplinan khas mereka dan mengakhiri mimpi Indonesia?
Jawabannya akan tersaji di King Abdullah Sports City Hall Stadium pada Senin malam. Sebuah laga yang bukan hanya soal tiket ke semifinal, tapi juga pertaruhan harga diri dan ambisi menuju pentas dunia.























