Korban Gempa Myanmar Diperkirakan Capai 100.000 Orang

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id-Jumlah korban gempa bumi yang mengguncang Myanmar pada 28 Maret 2025 terus bertambah, dengan estimasi oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebutkan angka korban bisa mencapai antara 10.000 hingga 100.000 orang.

Hingga saat ini, pemerintah Myanmar mengonfirmasi 1.644 korban tewas akibat bencana tersebut.

- Advertisement -

Gempa yang berkekuatan 7,7 magnitudo tersebut menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah, terutama di kota Mandalay dan Sagaing yang terletak di sepanjang Patahan Sagaing, jalur patahan aktif yang membelah Myanmar dari utara hingga selatan.

Bencana ini juga memaksa Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), yang merupakan pemerintahan bayangan oposisi Myanmar, untuk mengumumkan gencatan senjata sepihak guna memfasilitasi pencarian korban dan pemulihan.

Gempa Myanmar memiliki kedalaman hanya 10 km, lebih dangkal dibandingkan gempa Yogyakarta pada 2006 yang menyebabkan lebih dari 6.000 korban jiwa.

- Advertisement -

Kedalaman yang dangkal ini, ditambah dengan kekuatan gempa yang lebih besar, menyebabkan guncangan yang sangat kuat.

Gempa ini juga menghasilkan energi yang jauh lebih besar dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945.

Kondisi geografis Myanmar, yang terletak di atas beberapa lempeng tektonik, menjadi faktor penyebab utama gempa tersebut.

Gempa ini terjadi akibat pergerakan Lempeng India dan Lempeng Eurasia, yang juga menjadi penyebab gempa besar di Aceh pada 2004.

Sementara itu, tanah lunak di Myanmar, seperti yang ditemukan di Thailand, memperburuk dampak guncangan gempa, karena gelombang seismik melambat dan bertambah besar saat melintasi tanah tersebut.

Selain kerusakan fisik, bencana ini juga memunculkan kekhawatiran terkait kualitas konstruksi bangunan di Myanmar dan Thailand.

Di Thailand, sebelum 2009, bangunan tinggi dibangun tanpa standar tahan gempa yang memadai.

Sebagian besar bangunan di negara tersebut menggunakan metode “pelat datar”, yang rentan terhadap kerusakan akibat gempa. Meskipun Thailand memiliki regulasi bangunan tahan gempa, hanya sebagian kecil bangunan yang benar-benar memenuhi standar tersebut.

“Kemiskinan, pergolakan politik, di samping bencana alam besar lainnya, termasuk tsunami 2004, telah mengalihkan perhatian negara itu dari fokus kepada risiko gempa bumi yang tak pernah bisa diprediksi,” kata Dr Ian Watkinson dari Royal Holloway University seperti dikutip BBC.

Dampak bencana ini lebih parah di Myanmar, di mana tidak hanya bangunan yang runtuh, tetapi juga layanan darurat dan sistem kesehatan yang tidak memadai, memperburuk penanganan bencana.

Hingga kini, pemerintah Myanmar belum mampu menangani bencana ini tanpa bantuan internasional.

Junta Myanmar, yang sebelumnya jarang meminta bantuan luar negeri, kini memohon bantuan dari negara-negara internasional, termasuk Malaysia, Rusia, dan China. Negara-negara tersebut telah mengirimkan bantuan dan tim penyelamat untuk membantu korban.

Gempa ini menunjukkan pentingnya kesiapan menghadapi bencana dan kesadaran akan ancaman geologis di wilayah yang rawan gempa.

Kerjasama internasional dalam merespons bencana ini juga menunjukkan solidaritas kemanusiaan yang melampaui perbedaan politik dan ideologi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemerintah Investigasi Dugaan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

JCCNetwork.id- Pemerintah tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap keberadaan bangunan dengan fasilitas yang disebut menyerupai apartemen di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor. Pemeriksaan dilakukan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Relawan Gibran 08 Ingatkan Jangan Jadikan MK Keranjang Sampah
17:00
Video thumbnail
Prabowo Beri Solusi untuk Rakyat, Tapi Keras ke Korporasi
08:04
Video thumbnail
Ketua MK Minta Ketum Militan Gibran 08 Nusantara Tak Usah Terlalu Semangat
08:17
Video thumbnail
Presiden Prabowo Bongkar Ada 8 Perda Menipu
08:30
Video thumbnail
Napi Kelas Sultan? Klaster Mewah Lapas Cibinong, Fortuner hingga Alphard Mejeng di Garasi
08:20
Video thumbnail
Prabowo Bicara di Depan Para Profesor, Akui Keberhasilannya Tak Lepas dari Bimbingan Pakar
08:10
Video thumbnail
Di Depan Profesor, Prabowo Klarifikasi Soal Tuduhan Tak Hormati Pakar
08:02
Video thumbnail
Momen Prabowo Catat Usulan Pakar, Setuju Bentuk Badan Khusus Pengelolaan Gambut
10:11
Video thumbnail
Prabowo Tanggapi Polemik Ucapan “Goblok”: Saya Paling Hormat Sama Pakar #shorts #trending
01:34
Video thumbnail
Detik-Detik Rocky Gerung Bicara Gibran Soroti Peluang Jadi Presiden #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Di Hadapan KAI, DPR Soroti Whoosh: Bikin Compang-Camping KAN?
09:48
Video thumbnail
Dipanggil Mendadak Prabowo ke Istana, Profesor Ini Kaget, Baru Pertama Kali
09:12
Video thumbnail
DPR Sentil Keras KAI, KRL Padat hingga Penumpang Berdesakan: Malu Kita Pak
09:36
Video thumbnail
Rocky Gerung di Depan Menkum Supratman, Inovasi Butuh “Otak yang Edan”
08:47
Video thumbnail
Rocky Gerung Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden, Lalu Tunjuk Foto Prabowo: Hak Patennya di Sini
08:46
Video thumbnail
Prabowo Tanggapi Polemik Ucapan “Goblok”: Saya Paling Hormat Sama Pakar
08:01
Video thumbnail
Mentan Amran Kasih Tips Sukses ke Mahasiswa UIN Jakarta, Singgung Nama Steve Jobs hingga Jack Ma
12:39
Video thumbnail
Cari Solusi Atasi Karhutla, Presiden Prabowo Langsung Tanya Pakar, Langkah Terbaik Apa?
17:05
Video thumbnail
Ipoleksosbudhankamnas Diterapkan Radikal, Benarkah Isu Perampasan Aset Bisa Berubah?
10:20
Video thumbnail
Pemerintah Pastikan Investigasi Proses Pembebasan Bersyarat Bechi
03:51

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER