JCCNetwork.id-Seorang Ketua RT di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga mengerahkan empat preman untuk menganiaya warganya sendiri hingga berujung penusukan.
Insiden ini terjadi di kompleks perumahan Pesona Kahuripan 1 dan tengah diselidiki oleh pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut berawal dari perselisihan terkait pembangunan polisi tidur yang dilakukan tanpa izin.
Ketua RT berinisial S disebut tidak terima dengan tindakan salah satu warganya, DS, hingga mendatangi korban bersama empat orang lainnya.
Cekcok pun tak terhindarkan, yang kemudian berujung pada aksi kekerasan.
Korban mengalami luka tusuk di bagian belakang tubuh dan kepala, sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.
Rekaman kejadian yang beredar di media sosial menunjukkan adu mulut antara Ketua RT dan korban sebelum akhirnya terjadi penganiayaan.
Seorang saksi mata, Dimas, mengungkapkan bahwa perselisihan awalnya dipicu rencana Ketua RT untuk membongkar polisi tidur tersebut.
“Pak RT itu ingin membongkar. Katanya besok akan saya bongkar itu. Kemudian si korban tersebut yang berinisial DS ini membalas dengan datang aja sekarangt. Singkat cerita berserang 5 menit kurang lebih Pak Rt itu langsung datang beserta rombongannya mungkin temannya atau pasukannya. Kurang lebih empat sampai lima orang. Dan ketika itu juga terjadilah cekcok mulut sampai mungkin berbenturan badan antara korban dan Pak Rt tersebut. Ada satu orang yang menarik si korban memegangi mungkin dengan memisahkan dan seketika itu pula terjadi penusukan yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal tersebut,” kata saksi mata Dimas, seperti diberitakan Nusantara TV dalam program NTV Tonight.
Kanit Reskrim Polsek Klapanunggal, Aiptu Hendi Suhendi, memastikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap motif kejadian.
“Untuk motif dari peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan ini masih kami dalami,” ujarnya.
Hingga saat ini, Ketua RT beserta empat preman yang diduga sebagai pelaku masih dalam pelarian dan tengah diburu oleh pihak kepolisian.



