Pekerjaan Masa Depan: Apa yang Akan Tumbuh dan Menghilang?

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Laporan terbaru dari World Economic Forum (WEF), yang berjudul “Future of Jobs Report 2025”, menggambarkan perubahan besar yang akan terjadi di dunia kerja dalam lima tahun ke depan. Laporan ini tidak hanya memberikan gambaran mengenai pekerjaan yang akan tumbuh paling cepat, tetapi juga mengungkapkan profesi mana yang akan mengalami penurunan drastis atau bahkan hilang.

Menurut laporan yang dirilis pada Sabtu (1/2/2025), diperkirakan akan ada sekitar 170 juta lapangan pekerjaan baru yang tercipta pada dekade ini, yang setara dengan 14% dari total tenaga kerja global saat ini. Laporan ini menggarisbawahi bahwa perubahan besar ini dipicu oleh beberapa faktor makro global, termasuk perkembangan teknologi, transisi menuju ekonomi hijau, serta perubahan dalam struktur ekonomi dan demografi yang terus berkembang.

- Advertisement -

Namun, meskipun banyak pekerjaan baru yang muncul, laporan ini juga mencatat bahwa sekitar 92 juta pekerjaan yang ada saat ini berpotensi akan hilang atau tergantikan dalam beberapa tahun ke depan. Proses ini diperkirakan akan menghasilkan peningkatan bersih sebanyak 78 juta lapangan pekerjaan baru.

Laporan WEF mencakup survei terhadap lebih dari 1.000 perusahaan besar di dunia, yang mewakili 22 industri dan melibatkan lebih dari 14 juta pekerja. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa permintaan terhadap pekerjaan berbasis teknologi mengalami peningkatan signifikan.

Pekerjaan yang terkait dengan bidang teknologi tinggi, seperti spesialis big data, insinyur fintech, serta ahli kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (machine learning) diprediksi akan mengalami pertumbuhan pesat.

- Advertisement -

Di sisi lain, terdapat 15 profesi yang diperkirakan akan mengalami penurunan besar atau bahkan kehilangan relevansinya di pasar kerja.

Beberapa profesi yang terancam punah dalam beberapa tahun ke depan antara lain kasir dan pegawai penjaga tiket, penjaga gedung, petugas kebersihan, asisten administrasi, hingga petugas entri data. Pekerjaan-pekerjaan yang dulu menjadi ujung tombak banyak industri kini diproyeksikan akan tergantikan oleh otomatisasi dan teknologi canggih.

Salah satu temuan penting dalam laporan ini adalah bahwa hampir 39% keterampilan utama yang dibutuhkan di dunia kerja pada tahun 2030 diperkirakan akan berubah.

Meskipun persentase ini lebih rendah dibandingkan dengan angka 44% pada tahun 2023, pergeseran keterampilan yang terjadi tetap akan membawa dampak disrupsi yang besar di pasar tenaga kerja. Banyak pekerja yang harus beradaptasi dengan keterampilan baru agar tetap relevan di dunia kerja yang semakin berubah.

Perubahan keterampilan ini akan menuntut upaya besar dalam hal pelatihan ulang dan peningkatan kapasitas tenaga kerja. Sektor-sektor seperti teknologi, sains, dan keberlanjutan diprediksi akan memerlukan keterampilan yang sangat spesifik dan terdepan. Hal ini mengharuskan individu dan perusahaan untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan dan peluang baru.

Dunia kerja dalam lima tahun ke depan akan penuh dengan peluang, namun juga disertai dengan tantangan besar.

Transformasi digital dan otomatisasi akan menciptakan banyak pekerjaan baru yang berkaitan dengan teknologi dan keberlanjutan. Namun, hal ini juga akan mengakibatkan hilangnya sejumlah profesi tradisional yang selama ini dianggap tak tergantikan.

Untuk itu, penting bagi setiap individu dan perusahaan untuk siap menghadapi perubahan ini dengan meningkatkan keterampilan dan kemampuan beradaptasi. Pelatihan ulang dan pendidikan yang lebih fokus pada teknologi dan keterampilan masa depan menjadi kunci agar tetap relevan dan berdaya saing di pasar kerja global yang terus berkembang.

Dengan perubahan yang terus berlangsung, penting bagi kita untuk tidak hanya melihat pekerjaan baru sebagai peluang, tetapi juga memahami bagaimana kita dapat mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang tak terhindarkan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Parkir Liar Lebak Bulus Ditutup, Sarana Jaya Sediakan Lahan Resmi

JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengambil langkah konkret untuk menertibkan praktik parkir liar yang selama ini memicu kemacetan di kawasan Lebak Bulus, Jakarta...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER