KPK Tahan Bupati Situbondo atas Dugaan Korupsi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.Id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Situbondo, Karna Suswandi, dan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUBB Kabupaten Situbondo, Eko Prionggo Jati, atas dugaan keterlibatan dalam tindak pidana korupsi. Kedua tersangka diduga menerima hadiah atau janji terkait pengelolaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk tahun anggaran 2021-2024.

Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers, menjelaskan bahwa kasus ini bermula pada 2021, ketika Pemerintah Kabupaten Situbondo menandatangani perjanjian pinjaman daerah dalam rangka program PEN. Dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk pekerjaan konstruksi di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (PUPP) pada 2022.

- Advertisement -

“Namun akhirnya pada tahun 2022 Pemerintah Kabupaten Situbondo batal menggunakan dana PEN dan kemudian menggunakan dana alokasi khusus (DAK),” kata Asep kepada wartawan, Selasa (21/1/2025).

Karna Suswandi dan Eko Prionggo Jati diduga mengatur pemenang tender dalam pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPP Kabupaten Situbondo selama periode 2021-2024. Dalam skema tersebut, Karna meminta uang investasi atau ijon sebesar 10 persen dari nilai proyek kepada calon rekanan yang akan mengerjakan proyek.

“Tersangka Karna Suswandi meminta uang investasi atau ijo kepada calon rekanan-rekanan dengan nilai sebesar 10 persen dari nilai pekerjaan yang dijanjikan,” jelas Asep.

- Advertisement -

Atas instruksi Karna, Eko memerintahkan pegawai Dinas PUPP untuk memastikan rekanan-rekanan yang telah ditunjuk menjadi pemenang tender. Setelah proyek berjalan, Eko melalui stafnya meminta fee tambahan sebesar 7,5 persen dari nilai proyek yang telah dikerjakan.

“Setelah rekanan mendapatkan dana pencairan pekerjaan, Eko melalui bawahannya di Dinas PUPP meminta uang fee sebesar 7,5 persen dari nilai pekerjaan yang didapatkan rekanan tersebut,” tuturnya.

KPK mencatat bahwa Karna Suswandi menerima dana ijon melalui pihak kepercayaannya dengan total mencapai Rp5,575 miliar. Sementara itu, Eko Prionggo Jati menerima fee proyek sebesar Rp811,36 juta, baik secara langsung maupun melalui bawahannya.

Keduanya diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK menegaskan akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas, termasuk menelusuri aliran dana dan pihak-pihak lain yang diduga terlibat. Karna dan Eko saat ini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dengan penahanan ini, KPK kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas korupsi di berbagai level pemerintahan, terutama pada program-program strategis seperti dana PEN yang seharusnya digunakan untuk pemulihan ekonomi pascapandemi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Direktur Rumah Politik Indonesia Nilai Gibran Jalankan Mandat Konstitusi Lewat Kunjungan ke Daerah

JCCNetwork.id- Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai berbagai kunjungan kerja yang dilakukan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke berbagai daerah merupakan bagian dari...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Antusiasme Warga Meledak, 336 Ribu Orang Ikut War Tiket Upacara di Istana
13:12
Video thumbnail
Kursi Gubernur BI Segera Terisi, Nama Pilihan Prabowo Mulai Dibocorkan dari Istana
13:07
Video thumbnail
China Terlibat di Satelit Lampung, BRIN Jaga Data Tetap di Bawah Otoritas Indonesia
09:52
Video thumbnail
KDM Dengarkan Aspirasi Mahasiswi Disabilitas soal Pendidikan Inklusif, Responsnya Bikin Terharu
10:46
Video thumbnail
KDM Dapat Aduan Atlet Popnas-Popda, Bonus Belum Cair Pak: yang Dikorup Bekasi Kemaren
09:15
Video thumbnail
Cerita Mahasiswi Uang Tinggal Rp81 Ribu Berujung Kuliah Gratis 5 Semester dari KDM
09:54
Video thumbnail
Pesan KDM Mau Sukses Harus Siap Lewat Masa Pahit!
09:06
Video thumbnail
Kejar Penurunan Stunting di Daerah 3T, 1.700 Dapur MBG Siap Beroperasi Dikerahkan
08:03
Video thumbnail
Di Hadapan Kapolda, Dedi Mulyadi Buka-bukaan soal LC yang Banyak dari Jawa Barat
08:59
Video thumbnail
China Terlibat dalam Satelit Lampung, BRIN Tegaskan Kendali Data Tetap di Tangan Indonesia
15:14
Video thumbnail
BRIN Singgung Pemanfaatkan Teknologi Nuklir RI Jauh Lebih Luas
10:05
Video thumbnail
Mahasiswa Heran Tentara Turun ke Sawah, Mentan Balik Tanya: Mau Gantikan Tanpa Dibayar?
17:47
Video thumbnail
Reaksi Istana di Tengah Makin Kencangnya Isu Pergantian Kapolri Jenderal Listyo
03:50
Video thumbnail
Baru Sebulan Kerja di BGN, Bigini Kata ZulhaS ke Sudaryono yang Nampak Makin Langsing
08:18
Video thumbnail
Gebrakan KDM Basmi Knalpot Brong, Warga Bakal Dapat Knalpot Standar Gratis
08:24
Video thumbnail
Mentan Amran Dorong Aktivis Kampus Berani Cari Jalan Sendiri Tak Hidup dari Proposal
10:12
Video thumbnail
Begini Balasan Kang Dedi Mulyadi Kepada Penenetang Sayembara Tangkap Begal
12:05
Video thumbnail
Kopdes Merah Putih Ramai Disebut Masih Kosong, Zulhas Buka Suara
09:40
Video thumbnail
Bukan Cuma Sayembara! Strategi Kang Dedi Mulyadi Buat Begal Harus Takut Warga
10:05
Video thumbnail
Hashim Tegaskan MBG Tak Akan Berhenti Tetap Lanjut, Kecuali Prabowo Kalah di Pilpres 2029
09:49

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER