JCCNetwork.id-Brasil berhasil menyelamatkan 163 pekerja asal China yang terperangkap dalam kondisi kerja
“seperti perbudakan” yang sangat buruk di sebuah lokasi konstruksi di timur laut negara tersebut.
Para pekerja, yang sebagian besar direkrut oleh Jinjiang Construction Brazil, sebuah perusahaan kontraktor, ditemukan dalam kondisi yang hampir mirip perbudakan di tempat pembangunan pabrik kendaraan listrik oleh perusahaan China, BYD.
Kantor Kejaksaan Tenaga Kerja Brasil merilis rekaman yang mengungkapkan kondisi asrama pekerja yang sangat tidak layak.
Mereka ditempatkan di ruang tidur tanpa kasur dan kamar yang tidak memiliki tempat penyimpanan barang pribadi.
Di samping itu, fasilitas sanitasi yang sangat minim menyebabkan pekerja harus berbagi satu toilet untuk setiap 31 orang.
Kondisi lebih buruk terjadi saat para pekerja harus bangun pukul 04:00 pagi untuk antre menggunakan fasilitas sebelum memulai shift kerja pada pukul 05:30 pagi.
Kejaksaan menyatakan bahwa kondisi ini sangat merugikan kesejahteraan mereka dan melanggar hak asasi manusia.
Pekerja-pekerja tersebut, yang sebagian besar dipaksa untuk menyerahkan paspor mereka kepada perusahaan kontraktor, juga harus membayar biaya pesawat dan pengeluaran lainnya jika memutuskan untuk berhenti bekerja.
Upaya untuk menghubungi perusahaan kontraktor Jinjiang Construction Brasil gagal karena ketidaktersediaan nomor telepon atau alamat surat elektronik.
Sementara itu, BYD, produsen mobil listrik terbesar dunia, menyatakan bahwa mereka akan segera mengakhiri kontrak dengan Jinjiang Construction Brazil dan sedang mengevaluasi langkah-langkah yang lebih tepat untuk mencegah kejadian serupa.
BYD juga mengonfirmasi bahwa para pekerja yang diselamatkan akan dipindahkan ke hotel terdekat untuk memastikan mereka tidak mengalami penderitaan lebih lanjut.
Selain itu, perusahaan tersebut menyampaikan bahwa mereka baru-baru ini telah meminta penyesuaian terhadap kondisi kerja di lokasi konstruksi untuk menjamin perlindungan hak-hak pekerja.



