Penurunan impor ini di pengaruhi oleh pasokan ikan hasil tangkapan nelayan lokal yang mampu memenuhi kebutuhan industri pengolahan dan pemindangan, terutama ikan pelagis seperti kembung.
“Kami mendorong pelaku pengolahan dan pemindangan untuk memprioritaskan ikan hasil tangkapan nelayan kita sendiri. Dari awal tahun sampai Mei pasokan kita cukup,” bebernya.
“Sehingga di prioritaskan menggunakan produk hasil tangkapan dalam negeri. Ikan impor itu hanya untuk mengisi ketika tak ada bahan baku,” sambung dia.
Kinerja ekspor perikanan dari Januari hingga Juni mencapai 2,71 miliar dolar AS. Dengan tujuan utama Amerika Serikat, Regional ASEAN, Jepang, dan Uni Eropa.
Komoditas ekspor utama meliputi udang, tuna-tongkol-cakalang, cumi-sotong-gurita, rajungan kepiting, dan rumput laut.
“Kinerja ekspor perikanan masih terus di genjot melalui strategi promosi hasil perikanan, peningkatan kualitas hasil perikanan. Hingga, membuka peluang pasar baru di negara-negara Timur Tengah dan Asia Timur,” pungkasnya.






