Skandal Peretasan PDNS 2 Diduga Libatkan Orang Dalam Industri Telekomunikasi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Kasus peretasan Pusat Data Nasional Sementara 2 (PDNS 2) baru-baru ini mengungkapkan keterlibatan dua perusahaan telekomunikasi utama di Indonesia, yakni PT Telkom Indonesia melalui anak usahanya Telkomsigma, dan PT Indosat Tbk melalui anak usahanya, Lintasarta. Kedua perusahaan ini terlibat dalam kerja sama operasi (KSO) untuk pengelolaan PDNS 2 setelah memenangkan tender dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menyediakan layanan komputasi awan pada tahun 2024.

Telkomsigma, yang saat ini menguasai sekitar 25-30% pangsa pasar data center di Indonesia dengan target mencapai 40% pada 2023, bersama Lintasarta yang mengelola dua pusat data di Techno Park Data Center dan DRC Jatiluhur, Jawa Barat, terlibat dalam upaya pemulihan PDNS 2 pasca serangan peretasan.

- Advertisement -

Namun, kejadian ini disertai dengan dugaan keterlibatan orang dalam dari Lintasarta, yang diklaim oleh akun media sosial @kafiradikalis sebagai aktor utama dalam kebocoran data PDNS 2. Diketahui bahwa seorang mantan karyawan Lintasarta, Dicky Prasetya Atmadja, diduga terlibat dalam peretasan ini. Dokumen yang dibagikan oleh akun tersebut menunjukkan bahwa Dicky memiliki akses yang memungkinkannya untuk melakukan kebocoran informasi penting terkait PDNS 2.

“Kepada yang terhormat @meutya_hafid pimpinan Komisi 1 DPR. Kami mendapatkan data telak nan luar biasa bahwa kebocoran PDN diduga kuat berasal dari orang dalam sejak 11 Oktober 2022. Namanya: Dicky Prasetya Atmaja. Dia bekerja di Lintasarta. Dialah saksi mahkota, kok bisa?” tulis akun @kafiradikalis, dikutip Minggu (7/7/2024).

“Dicky Prasetya Atmaja harus diperiksa dan dilindungi, kalau perlu masuk program LPSK. Dialah pembuka kotak pandora. Kok bisa bocorin akses VPN dari PDN secara vulgar alias mudah di Google? Kalian bisa unduh semua dokumen yang dia upload tersebut. Dokumen-dokumen rahasia semua,” tambah akun @kafiradikalis.

- Advertisement -

Menanggapi tuduhan ini, SVP Head of Corporate Communications PT Indosat Tbk, Steve Saerang, menegaskan bahwa Dicky tidak lagi memiliki hubungan atau kontrak kerja dengan Lintasarta sejak Agustus 2021. Dia menekankan komitmen Indosat dan semua anak usahanya untuk menjaga integritas dan kepercayaan pelanggan dalam menjalankan operasionalnya.

“Kami menegaskan bahwa oknum yang diduga terkait dengan Pusat Data Nasional (PDN) sudah tidak memiliki hubungan dan/atau kontrak kerja dengan Lintasarta sejak Agustus 2021,” jelas Steve.

“Hal ini merupakan bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik demi menjaga kualitas layanan dan pengalaman bagi seluruh pelanggannya,” tandas Steve.

Sementara itu, VP Legal and Compliance PT Telkom Sigma, Reza Permana Topobroto, tidak memberikan komentar yang jelas terkait dugaan keterlibatan Telkomsigma dalam insiden peretasan ini. Namun, dia menyatakan bahwa Telkomsigma aktif mendukung upaya pemulihan yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui aktivasi crisis center yang beroperasi 24 jam.

“Hingga saat ini perusahaan selaku salah satu bagian dari KSO, terus aktif mendukung langkah Kominfo dan BSSN serta mitra terkait lainnya dalam upaya pemulihan (recovery) secara intensif melalui aktivasi crisis center (SCC) yang beroperasi 24×7 always on, serta memastikan pemulihan layanan dapat dikendalikan dengan efektif dan aman,” kata Reza, Minggu (7/7/2024).

Proses penyelidikan lebih lanjut termasuk forensik digital masih dalam proses untuk mengungkap sumber dan dampak dari serangan ransomware terhadap PDNS 2 ini. Telkom Sigma dan Indosat berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam memastikan keamanan dan pemulihan layanan secara efektif.

“Kami pun fokus melaksanakan prosedur Disaster Recovery Plan dan menunggu hasil digital forensik dari badan yang ditunjuk pemerintah. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) sebagai narasumber tunggal dalam insiden serangan ransomware terhadap PDNS 2,” tutur Reza.

Untuk informasi lebih lanjut, pihak terkait mengarahkan untuk menghubungi Kementerian Politik Hukum dan Keamanan sebagai narasumber resmi terkait insiden yang menimpa PDNS 2.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bahtra Sebut Lawatan Prabowo ke Prancis Demi Kepentingan Negara

JCCNetwork.id-Kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Paris, Prancis, disebut sebagai bagian dari agenda diplomasi strategis yang telah disiapkan jauh sebelum momentum Hari Raya...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER