Minyakita Bakal Naik Harga Pekan Depan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Pemerintah Indonesia berencana menaikkan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita, minyak goreng kemasan yang disubsidi, mulai pekan depan.

Kenaikan ini telah dikonfirmasi oleh Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan. Ia menyatakan bahwa HET Minyakita akan dinaikkan dari Rp 14.000 per liter menjadi Rp 15.700 per liter.

- Advertisement -

Zulkifli menjelaskan proses di balik keputusan tersebut awalnya dari Kementerian Perdagangan adalah menaikkan HET menjadi Rp 15.500 per liter.

Namun, setelah melalui kajian mendalam oleh tim ahli, ditemukan bahwa HET yang lebih sesuai adalah Rp 16.000 per liter.

“Mudah-mudahan minggu depan sudah jadi (harga HET Minyakita Rp15.700),” kata Zulkifli di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip Sabtu (22/6/2024).

- Advertisement -

“Saya usulkan Rp 15.500, tapi tim kajian mengatakan Rp 16.000 gitu ya, mungkin ambil jalan tengah Rp 15.700,” sambungnya.

Keputusan untuk menaikkan HET ini didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada biaya impor bahan baku.

- Advertisement -

Saat ini, nilai tukar rupiah berada di atas Rp 16.000 per dolar AS, jauh di atas nilai tukar yang menjadi acuan sebelumnya, yakni Rp 14.500 per dolar AS.

Selain itu, Zulkifli menyatakan bahwa harga HET yang berlaku saat ini sudah tidak lagi sejalan dengan biaya produksi yang terus meningkat.

Hal ini mempengaruhi kelangsungan pasokan Minyakita di pasar domestik.

“Karena kan disesuaikan juga, dulu kan rupiah Rp 14.500, sekarang sudah Rp 16.000 lebih. Nanti khawatir kalau enggak disesuaikan ekspornya jauh beda harganya. Nanti kami kurang lagi,” kata Zulkifli.

Peningkatan HET juga sejalan dengan kenaikan harga bahan pokok lainnya di pasar. Zulkifli mencatat bahwa harga beras premium, misalnya, telah naik dari Rp 10.900 per kilogram menjadi Rp 12.500 per kilogram.

Kenaikan ini menunjukkan perlunya penyesuaian harga untuk menjaga keseimbangan pasar dan daya beli masyarakat.

“Karena kan sekarang di pasar juga memang beras saja kan dari harga Rp 10.900 per kg (beras premium) jadi Rp 12.500 per kg. Jadi, naiknya Rp 1.600, itu harga beras,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Zulkifli juga menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk mengubah kebijakan domestic market obligation (DMO) untuk bahan baku minyak goreng domestik.

DMO tetap akan diberlakukan untuk memastikan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri.

“Jadi, memang sudah saatnya (harga) Minyakita naik. Kalau minyak premium lebih mahal lagi (dari harga Minyakita),” kata Zulhas.

Keputusan untuk menaikkan HET Minyakita ini menandai langkah penting pemerintah dalam menyesuaikan harga komoditas vital dengan dinamika ekonomi terkini.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan mendukung kesejahteraan konsumen di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pelatih Kamboja Akui Pertahanan Mereka Diobrak Abrik Garuda Muda 

JCCNetwork.id- Pelatih tim U-19 Kamboja, Phea Sopheaktra, mengakui kekalahan telak timnya dalam adu taktik bola mati melawan Indonesia U-19. Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER