JCCNetwork.id- Pertarungan akbar antara dua raksasa dunia MMA akan menjadi sorotan utama dalam ajang ONE 169 di Atlanta. Anatoly Malykhin, juara kelas berat MMA ONE Championship, akan berhadapan dengan Oumar Kane, yang dikenal dengan nama panggung Reug Reug.
Anatoly Malykhin telah mencatatkan sejarah luar biasa dalam kariernya di dunia seni bela diri campuran (MMA). Dengan rekor tak terkalahkan 13-0, setiap kemenangan Malykhin diraih dengan cara yang meyakinkan, tanpa pernah mengandalkan penilaian juri.
Gelar juara kelas berat interim pertama kali diraih Malykhin pada tahun 2022 dengan kemenangan atas Kirill Grishenko. Kejayaannya berlanjut pada 2023 saat ia mengalahkan Reinier de Ridder, meraih sabuk kelas berat ringan, dan kemudian mengalahkan Arjan Bhullar untuk menjadi juara kelas berat sejati.
Tidak hanya berkompetisi di satu kelas, Malykhin kini memegang gelar juara di tiga divisi berbeda: kelas berat, kelas berat ringan, dan kelas menengah.
Sebagai petarung asal Rusia, Malykhin dikenal dengan julukan “Sladkiy” dan telah menunjukkan keunggulan baik dalam bergulat maupun bertarung di udara.
Dominasi ini mendapat pengakuan dari tokoh besar MMA seperti Islam Makhachev, yang menyebutnya sebagai petarung paling berbahaya di dunia setelah kemenangannya melawan De Ridder pada Maret lalu.
Oumar Kane, atau Reug Reug, siap menjadi tantangan besar bagi Malykhin dalam laga ini. Dikenal sebagai “monster gulat Afrika”, petarung asal Senegal ini telah membuktikan kemampuannya dengan serangkaian kemenangan impresif melawan lawan-lawan seperti Batradz Gazzaev, Jasur Mirzamukhamedov, dan Marcus Almeida.
Teknik gulat khas Afrika yang dimiliki Kane membuatnya menjadi ancaman nyata bagi Malykhin, dan kemenangan di laga ini bisa menjadikannya juara dunia ONE Championship pertama dari Afrika.
Selain pertarungan utama yang dinantikan, ONE 169 juga akan menyajikan pertarungan trilogi antara Tawanchai PK Saenchai dan Jo Nattawut. Keduanya akan bersaing memperebutkan gelar juara kelas bulu Muay Thai.
Dalam dua pertemuan sebelumnya, Tawanchai berhasil menang tipis. Namun, laga terakhir mereka pada ONE 167 di bulan Juni ini meninggalkan kesan bahwa Nattawut layak mendapatkan kemenangan.
Pertarungan kali ini menjadi kesempatan bagi Nattawut untuk membuktikan dirinya dan merebut sabuk juara dari Tawanchai.
























