LPDP Laporkan Dana Abadi Pendidikan Capai Rp154,1 Triliun hingga Mei 2024

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melaporkan bahwa dana abadi pendidikan yang dikelolanya mencapai angka Rp154,1 triliun dari tahun 2010 hingga 31 Mei 2024. Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, menyampaikan rincian dana tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (11/6/2024).

Dalam pernyataannya, Andin menjelaskan bahwa dari total akumulasi tersebut, Rp126,1 triliun dialokasikan untuk dana abadi pendidikan, Rp12,99 triliun untuk dana abadi penelitian, Rp10 triliun untuk dana abadi perguruan tinggi, dan Rp5 triliun untuk dana abadi kebudayaan.

- Advertisement -

“Ini terdiri dari dana abadi pendidikan Rp126,1 triliun, dana abadi penelitian Rp12,99 triliun, dan dana abadi perguruan tinggi Rp10 triliun, dan dana abadi kebudayaan Rp5 triliun,” kata Andin dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta.

Andin juga melaporkan, akumulasi asset under management (AUM) hingga akhir Mei 2024 mencapai Rp158,33 triliun.

Dana AUM tersebut diinvestasikan dalam berbagai instrumen, antara lain deposito dengan porsi 31,94 persen atau Rp50,57 triliun, obligasi negara dengan porsi 62,96 persen atau Rp99,68 triliun, serta obligasi korporasi dengan porsi 1,72 persen atau Rp2,72 triliun. Menurut Andin, investasi pada obligasi korporasi terutama ditempatkan pada entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti PT Pupuk Indonesia, PT Angkasa Pura II, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

- Advertisement -

Lebih lanjut, Andin menyatakan bahwa deposito ditempatkan di 21 bank mitra yang sehat, dengan surat rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Untuk yang deposito, ini ada 21 bank mitra yang sehat dan dia harus ada surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Cara penempatan depositonya kita lakukan dengan lelang, mungkin sebulan bisa dua atau tiga kali. Sifatnya jangka pendek karena kebutuhan LPDP bulanannya cukup tinggi sehingga kita perlu yang sifatnya jangka pendek,” kata Andin.

- Advertisement -

Selain itu, LPDP telah menyalurkan beasiswa kepada 45.577 orang dari tahun 2013 hingga Mei 2024. Untuk beasiswa kolaborasi dengan Kemendikbudristek dan Kemenag, jumlah penerima masing-masing mencapai 536.427 orang dan 40.905 orang.

Di bidang riset, LPDP telah mendanai 2.954 proyek, termasuk proyek kolaborasi dengan Kemendikbudristek dan BRIN. Dari jumlah tersebut, 983 proyek riset telah selesai dan memberikan manfaat nyata. Total pendanaan untuk proyek riset yang sudah menandatangani kontrak mencapai Rp2,7 triliun.

Andin juga mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar program beasiswa LPDP terus meningkat setiap tahun, kecuali saat pandemi COVID-19. Pada tahun 2023, tercatat 33.337 orang mendaftar, sementara untuk pendaftaran seleksi tahap pertama tahun 2024, jumlah pendaftar mencapai 20.210 orang.

Menatap tahun 2025, LPDP berencana untuk terus melanjutkan dan meningkatkan program beasiswa serta layanan di bidang riset, pendidikan tinggi, dan kebudayaan. Anggaran belanja tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp3,934 triliun dengan target pendapatan Rp10,667 miliar.

“Semuanya itu (program beasiswa dan lainnya) akan kita tingkatkan, baik kualitas maupun kualitas pelaksananya, termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pengelola dana di tingkat dunia yang saat ini sudah mulai berkembang,” kata Andin.

BERITA TERBARU

spot_img

EKONOMI

TERPOPULER