Gigitan Hewan Penular Rabies Meningkat Tajam di Kalbar

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Jumlah korban gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kalimantan Barat mencapai angka yang mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan Kalimantan Barat mencatat 1.561 warga terkena gigitan HPR dari Januari hingga April 2024.

Kepala Dinkes Kalbar, Erna Yulianti, menyatakan bahwa kasus ini tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalbar, dengan sebagian besar korban telah mendapatkan vaksin antirabies.

- Advertisement -

“Kami menerima laporan jumlah kasus gigitan hewan penular rabies sebanyak 1.561,” ujar Erna di Pontianak, Jumat (10/5/2024).

Meski demikian, terdapat empat kasus kematian akibat rabies yang telah dilaporkan, memunculkan kekhawatiran serius di masyarakat. Kasus kematian ini terjadi di Kabupaten Landak dan Mempawah.

“Dari total 14 kabupaten kota, ada empat kasus kematian akibat rabies yang dilaporkan, yaitu tiga di Kabupaten Landak dan satu di Mempawah,” jelasnya.

- Advertisement -

Erna menekankan pentingnya pelaporan segera kepada pihak berwenang apabila terjadi kasus gigitan HPR, serta memberikan penanganan dini yang tepat bagi korban.

“Rata-rata datang sudah keadaan parah. Ternyata pasien meninggal ini tidak melaporkan kejadian gigitan HPR kepada puskesmas maupun aparatur daerah,” ujarnya.

- Advertisement -

Erna berharap masyarakat yang mengetahui kasus gigitan hewan penular rabies di lingkungannya agar segera melaporkan ke pihak pemerintah atau layanan kesehatan. Sementara itu, Dinas Peternakan akan melakukan investigasi terhadap hewan yang diduga sebagai penular rabies.

“Sehingga dapat segera ditangani. Sementara hewannya dilaporkan ke Dinas Peternakan untuk diinvestigasi. Apakah hewan itu menimbulkan gejalan rabies atau tidak,” paparnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk waspada terhadap tanda-tanda rabies pada hewan, serta gejala yang timbul jika terkena gigitan, untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari penyakit mematikan ini.

“Jika terkena gigitan, gejala yang timbul adalah demam, rasa mual, rasa nyeri atau seperti terbakar di bagian yang digigit, serta takut cahaya dan air,” jelasnya.

- Advertisement -

BERITA TERBARU

spot_img

EKONOMI

TERPOPULER