Veto AS Menganjar Impian Palestina di PBB

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Tepat pada Kamis, 18 April 2024, di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, harapan Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB nampaknya sirna. Draf resolusi yang direkomendasikan untuk mengakui Palestina sebagai anggota penuh PBB ditolak mentah-mentah oleh veto Amerika Serikat.

Dalam pemungutan suara yang mengguncang dunia diplomatik, draf resolusi itu mendapat dukungan solid dari 12 dari total 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB. Namun, ketika waktu menentukan, satu suara mematikan dari Amerika Serikat telah mematahkan impian Palestina.

- Advertisement -

Hak veto yang dimiliki oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk Amerika Serikat, telah menjadi tembok yang tak tergoyahkan bagi Palestina. Meskipun sebagian besar negara anggota mendukung usulan tersebut, veto Amerika Serikat telah menghentikan langkah Palestina untuk mendapatkan pengakuan internasional yang lebih luas.

Prediksi bahwa Amerika Serikat akan menggunakan hak veto untuk melindungi kepentingan Israel terbukti benar. Sebab, dengan menerima Palestina sebagai anggota penuh PBB, hal itu akan membawa konsekuensi langsung dalam pengakuan internasional atas Palestina sebagai sebuah negara.

Dalam konteks politik global yang tegang, keputusan ini menyorot perjuangan Palestina untuk mendapatkan dukungan penuh dari komunitas internasional. Namun, dengan veto Amerika Serikat yang tak terhindarkan, langkah ini telah menandai kekalahan pahit bagi Palestina, sementara mempertegas kembali posisi politik yang kokoh bagi Amerika Serikat dan sekutunya di Timur Tengah.

BERITA TERBARU

spot_img

EKONOMI

TERPOPULER