Sebagai organisasi kader yang saat ini sudah berumur 77 tahun mampu melahirkan tokoh dan muslim cendekiawan sehingga tidak lagi di ragukan persoalan kematangan Himpunan dalam menjawab masa depan bangsa dan negara,
Menurut ukuran umur manusia, secara psikologis telah melewati usia transisi dengan kematangan berpikir. Bahkan jika umur HMI di samaratakan dengan umur manusia mungkin sudah masuk pada fase menunggu akan kematian.
Dalam konteks inilah menjadi apresiasi terbesar kita sebagai kader HMI yang mampu mengimbangi proses dan segala dinamika di internL HMI itu sendiri. Ada rasa kebanggan yang sangat besar terhadap apa yang kita dapatkan.
HMI tentu sangat di harapkan mampu mentrasformasikan gagasan dan aksinya melalui kader kader-terbaik terhadap rumusan cita yang di wujudkan yakni Pasal 4 tujuan HMI “Terbinanya insan akademis pencipta pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil Makmur yang di ridhoi Allah SWT”.
Aktiftas keseharian HMI harus senantiasa mendekatkan diri pada realitas masyarakat dan secara intens membangun proses dialektika secara objektif dan responsive.
Dalam hal ini kader kader HMI harus memiliki keberpihakan penuh terhadap rakyat yang tertindas sekaligus memperuangkan kepentingan kelompok.
Beriringan dengan hal tersebut dalam melihat dinamika empirik saat ini yang tengah di rasakan bersama oleh organisasi Himpunan mahasiswa islam.
Nampak secara nyata, bahwa hilangnya HMI dari ruh perjungannya yang mulai runtuh intelektualisme dan sikap kritisnya. Hal ini juga sekaligus memperparah ideologis nilai dasar perjuangan dalam dinamika empirik organisasi himpunan.



