JCCNetwork.id-Sebuah tragedi mengerikan terjadi di Barrhaven, Ottawa, Kanada, pada Rabu (6/3/2024) malam, ketika sebuah keluarga asal Sri Lanka menjadi korban aksi penikaman brutal. Korban yang tewas termasuk seorang ibu dan empat anaknya yang masih kecil, bersama dengan seorang pria lainnya, sementara sang suami selamat dari serangan itu dengan luka-luka yang serius.
Namun, apa yang membuat tragedi ini semakin mengguncang adalah fakta bahwa keluarga korban baru-baru ini mengadakan pesta ulang tahun untuk tersangka, seorang remaja berusia 19 tahun yang juga berasal dari Sri Lanka. Pengakuan ini datang dari seorang pendeta Buddha yang mengenal baik keluarga korban.
Bhante Suneetha, biksu yang tinggal di Wihara Hilda Jayewardenaramaya, tempat keluarga korban berdoa, mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum serangan terjadi, keluarga itu merayakan ulang tahun ke-19 tersangka dengan penuh kebahagiaan. Tidak ada tanda-tanda aneh atau konflik yang terlihat menjelang tragedi tersebut.
“Mereka (bahkan) membantunya merayakan ulang tahunnya,” kata Suneetha kepada The Canadian Press.
Polisi tiba di lokasi kejadian di pinggiran kota Barrhaven dan menemukan mayat seorang ibu, empat anaknya yang masih kecil, dan seorang teman keluarga.
Korban tewas termasuk Banbaranayake Gama Walwwe Darshani Dilanthika Ekanyake (35), bersama dengan putranya yang berusia tujuh tahun, Inuka Wickramasinghe, dan ketiga putrinya yang masih kecil. Seorang teman keluarga juga menjadi korban dalam serangan yang mengerikan ini.
Sementara sang ayah, Dhanushka Wickramasinghe, selamat dari serangan tersebut meskipun mengalami luka-luka serius. Ia sekarang dirawat di rumah sakit dalam kondisi syok dengan luka-luka di jari, wajah, dada, dan punggungnya.
Tersangka, Febrio De-Zoysa, seorang pelajar internasional berusia 19 tahun yang tinggal bersama keluarga korban, telah didakwa dengan enam dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan satu dakwaan percobaan pembunuhan. Menurut polisi, semua korban dan tersangka adalah warga negara Sri Lanka.
Sang ayah, dalam percakapan dengan pendeta setempat, menegaskan bahwa tidak ada pertanda konflik atau masalah antara keluarganya dan tersangka sebelum tragedi ini terjadi.



