Kebijakan Moneter AS dan Krisis Tiongkok Pengaruhi Harga Emas Dunia

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pada Selasa (27/2/2204), harga emas menunjukkan kenaikan stabil atau naik sedikit menjelang pengumuman inflasi AS dan pernyataan dari pejabat Federal Reserve (The Fed) mengenai kebijakan moneter. Harga emas di pasar spot naik menjadi US$ 2.031 per ons, sementara emas berjangka AS menguat tipis 0,3% menjadi US$ 2.044. Kelemahan indeks dolar membuat emas menjadi pilihan menarik bagi pembeli internasional.

Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, menyatakan bahwa sedikit kenaikan dalam data inflasi dapat menekan pasar emas, meskipun emas telah tembus level US$ 2.000 dengan dukungan dari pembelian bank sentral. Dia memperkirakan harga emas akan mencapai rekor tertinggi pada kuartal keempat 2024, terutama saat terjadi penurunan suku bunga.

- Advertisement -

Di sisi lain, ada setidaknya 10 pejabat Fed yang akan memberikan pidato minggu ini, sementara indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti, yang menjadi fokus The Fed, akan dirilis pada Kamis (29/2/2024). Namun, komentar dari pejabat Fed menunjukkan sikap hati-hati terkait penurunan suku bunga.

Data juga menunjukkan pesanan barang tahan lama AS mengalami penurunan terbesar dalam hampir 4 tahun pada bulan Januari. Sementara itu, dukungan bagi harga emas juga datang dari upaya kelas menengah Tiongkok untuk melindungi kekayaan mereka yang tergerus akibat krisis pasar properti dan penjualan saham yang berkepanjangan.

Di pasar logam mulia lainnya, harga platinum naik 1,3% menjadi US$ 891,03 per ons, meskipun mengalami penurunan sekitar 10% sepanjang tahun ini. Sementara itu, paladium turun 0,7% menjadi US$ 944,32 dan melemah 14% sepanjang tahun ini.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Lokal untuk Program MBG

JCCNetwork.id- Pemerintah mempercepat penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyusunan regulasi turunan yang fokus pada rantai pasok pangan berbasis lokal. Langkah...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER