JCCNetwork.id – Tahun 2024 menjadi sorotan dramatis bagi pecinta video game dengan terkuaknya kabar tak terduga dari Microsoft. Sebanyak 1.900 pekerja di divisi game Microsoft, Xbox, Activision Blizzard, dan ZeniMax (alias Bethesda) harus merasakan pahitnya pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam gelombang besar.
Total PHK di industri game tahun ini mencapai angka mencengangkan, melonjak hingga 6.000 orang. Tidak tanggung-tanggung, 9.000 PHK telah tercatat sepanjang tahun 2023, mengindikasikan gejolak serius dalam ranah ini.
“Seiring dengan kemajuan kami di tahun 2024, pimpinan Microsoft Gaming dan Activision Blizzard berkomitmen untuk menyelaraskan strategi dan rencana eksekusi dengan struktur biaya berkelanjutan yang akan mendukung keseluruhan pertumbuhan bisnis kami,” ujar CEO Microsoft Gaming Phil Spencer dalam memo kepada karyawan, seperti dilansir The Verge dari Engadget pada Minggu (28/1/2024).
Pengurangan ini menyoroti dampak penuh dari pengambilalihan senilai 68,7 miliar dolar AD terhadap Activision Blizzard oleh Microsoft. Sebagian besar pemutusan terjadi pada Activision Blizzard, sementara tim Xbox dan ZeniMax juga ikut tersentuh. Keputusan ini memangkas sekitar delapan persen tenaga kerja di divisi game Microsoft.
Phil Spencer menegaskan bahwa langkah ini bukan tanpa pertimbangan, melibatkan identifikasi bidang tumpang tindih dan penentuan prioritas untuk mencari peluang pertumbuhan. Meskipun menyakitkan, pengurangan ini melibatkan individu yang memegang peran penting dalam kesuksesan perusahaan-perusahaan tersebut.
“Orang-orang yang terkena dampak langsung dari pengurangan ini semuanya memainkan peran penting dalam kesuksesan Activision Blizzard, ZeniMax, dan tim Xbox, dan mereka harus bangga dengan semua yang telah mereka capai di sini,” tulis Spencer.



