JCCNetwork.id – Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), intensif melakukan pendataan terhadap lebih dari 100 hektare lahan pertanian warga yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang.
“Taksasi kami bisa mencapai lebih dari 100 hektare,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Sebast Sina Kleden, di Wulanggitang pada Rabu (17/1/2024) dikutip.
Sejak Desember 2023, debu vulkanik dari Gunung Lewotobi Laki-laki telah mengancam tujuh desa di dua kecamatan, menyebabkan kerugian pada tanaman jagung, padi, perkebunan, dan pangan warga. Selain itu, banjir lahan hujan juga melanda 5-20 hektare lahan pertanian di Desa Klatanlo.
Sebast Sina Kleden menjelaskan bahwa identifikasi lahan pertanian masih terbatas karena status gunung masih berada pada level IV (Awas), mengakibatkan adanya radius larangan aktivitas oleh pihak vulkanologi.
Oleh karena itu, pendataan terlebih dahulu fokus dilakukan di sekitar lereng atau kaki gunung.
“Kita garap dalam satu dua hari ke depan, semoga bisa menjangkau lahan yang lebih luas terutama yang dilalui banjir bandang,” harapnya.
Di tengah situasi ini, Anastasia, pemilik lahan perkebunan di Dusun Podor, Desa Boru, mengalami dampak langsung.
Tanaman padi dan jagungnya terkena debu vulkanik, menyebabkan gagal panen dan kesedihan mendalam.



