Cuaca Panas di Pulau Jawa? Begini Kata BMKG

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Cuaca panas yang melanda Pulau Jawa belakangan ini mendapat perhatian serius dari masyarakat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) turut memberikan penjelasan yang menarik terkait fenomena ini.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa meskipun secara umum Pulau Jawa sudah memasuki musim hujan, namun hujan belum merata dan memiliki durasi yang bervariasi. Guswanto menyoroti dinamika atmosfer, di mana aktivitas fenomena atmosfer belakangan ini lebih mempengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa tengah dan timur, sementara di Jawa bagian barat dampaknya tidak begitu signifikan.

- Advertisement -

“Kondisi tersebut tentunya dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer dimana dlam beberapa hari terakhir aktifitas fenomena atmosfer yang cukup berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan lebih terkonsentrasi di wilayah Jawa tengah dan timur, sementara di wilayah Jawa bagian barat tidak terlalu signifikan,” kata Guswanto.

Guswanto menjelaskan bahwa pola tekanan rendah yang menyebabkan belokan dan perlambatan angin, memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah tengah dan timur. Di sisi lain, wilayah barat mengalami pola subsiden, mengurangi pertumbuhan awan hujan dan menyebabkan cuaca cenderung cerah-berawan dengan hujan yang belum terlalu signifikan.

“Sehingga cuaca cenderung umumnya cerah-berawan dan hujan yang masih belum terlalu signifikan,” ujarnya.

- Advertisement -

Menariknya, Guswanto juga menyoroti citra satelit beberapa hari terakhir yang menunjukkan minimnya tutupan awan di wilayah Jawa bagian selatan, memungkinkan sinar matahari intens langsung ke permukaan bumi.

Tak hanya itu, Guswanto menyampaikan bahwa fenomena El Nino juga turut mempengaruhi cuaca di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Analisis kondisi iklim global menunjukkan adanya El Nino Moderat, dengan prediksi berlangsung hingga Februari-Maret 2024. Hal ini dapat berpotensi menyebabkan curah hujan rendah di wilayah Indonesia. Dengan penjelasan yang komprehensif, BMKG memberikan gambaran yang menarik tentang dinamika cuaca yang sedang terjadi di Pulau Jawa.

“Hasil analisis kondisi iklim global menunjukkan kondisi El Nino Moderat dengan nilai NINO 3.4 sebesar +1.70 dan nilai SOI sebesar -6.0, Nilai DMI sebesar +1.21 juga menunjukkan Dipole Mode Positif.”

“Kondisi El Nino Moderate dan Dipole Mode Positif menunjukkan potensi curah hujan rendah untuk wilayah Indonesia. Fenomena El Nino Moderat diprediksi berlangsung hingga Februari-Maret 2024, sehingga kondisi ini akan mempengaruhi cuaca (hujan dan suhu) di Indonesia,” pungkasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Prabowo Hadiri KTT ASEAN ke-48 di Filipina

JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang akan berlangsung di Cebu, Filipina, pada 7–8 Mei 2026. Kehadiran kepala...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER