Menginspirasi! Widowati, Caleg Dapil V DPRD DKI, Siap Dedikasikan Gajinya untuk Kesejahteraan Rakyat

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Widowati, Caleg Dapil V DPRD DKI Jakarta, yang mencakup wilayah Kramat Jati, Duren Sawit, dan Jatinegara, menyampaikan perihal yang sangat menarik. Ia mengatakan bahwa sekarang saatnya memberikan kontribusi lebih besar kepada masyarakat. Pasalnya, wanita tangguh berusia 65 tahun ini telah selesai dengan dirinya sendiri.

“Bundakan saya sekarang sudah berusia 65 tahun dan hidup bunda sudah selesai. Maksudnya, anak-anak sudah semua sekolah, sudah menikah, dan sudah bekerja. Di waktu-waktu seperti ini, saya bertanya pada diri sendiri, ‘Apa yang bisa saya lakukan untuk masyarakat?'” ungkap Widowati, dengan senyum hangatnya dalam program “Bincang-bincang Caleg di Podcast JCCNetwork, Sabtu (8/12/2023).

- Advertisement -

Wanita yang akrab disapa Bunda Wiwik ini berbagi pemikirannya tentang pentingnya memiliki motivasi dalam hidup, terutama ketika seseorang sudah mencapai usia yang lebih matang.

Bendahara DPD PDIP Jakarta, Widowati (Foto: JCCNetwork)

Dalam perjalanannya yang panjang dan penuh warna dalam berkarir, Widowati telah menapaki berbagai liku-liku kehidupan yang pahit manis. Mengawali dari seorang resepsionis dan kini menjabat Bendahara DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta. Proses ini menunjukkan dedikasinya yang kuat dalam pribadinya.

Bunda Wiwik juga menyatakan bahwa jika mendapat amanah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta, ia akan mengalokasikan gajinya untuk kembali mensejahterakan masyarakat.

- Advertisement -

Keputusan ini, merupakan bentuk pengabdian dan dedikasi penuh kepada sesama.

“Saya sudah berbicara dengan anak-anak dan keluarga bahwa menjadi anggota DPRD bukanlah untuk kepentingan keluarga. Uang yang kita terima harus kembali kepada masyarakat. Itu adalah komitmen saya,” tegas Widowati, semakin memperlihatkan sisi humanisme dan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan Bunda Wiwik ini menjadi angin segar di dunia politik. Di mana, semangat untuk berkontribusi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat menjadi fokus utama. Ini juga bisa menjadi kisah inspiratif. Menggambarkan bahwa pahit manisnya kehidupan dapat membentuk karakter dan membawa seseorang pada panggung pengabdian yang lebih besar.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kambuaya Diserang Rasis Usai Laga Kontra Persib

JCCNetwork.id- Kasus rasisme kembali mencoreng dunia sepak bola Indonesia. Gelandang Ricky Kambuaya menjadi korban serangan rasial usai membela Dewa United dalam laga kontra Persib...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER