JCCNetwork.id- Hamas dengan tegas membantah laporan yang menyebutkan bahwa pemimpin politiknya, Ismail Haniyeh, bertemu dengan Pemimpin Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran. Kabar tersebut beredar di tengah serangan militer Israel di Jalur Gaza.
Hamas menegaskan bahwa informasi tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Pernyataan ini merespon dugaan bahwa Haniyeh berkunjung ke ibukota Iran tanpa memberi tahu terlebih dahulu.
Kabar itu menyebutkan sang pemimpin Iran mengatakan kepada Haniyeh bahwa Teheran tak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya dari Hamas mengenai serangan ke Israel pada 7 Oktober.
Dalam laporan yang tidak dapat diverifikasi, disebutkan bahwa Ayatollah Khamenei menyampaikan kekecewaannya kepada Haniyeh. Menurut laporan, Iran tidak menerima pemberitahuan sebelumnya dari Hamas terkait serangan ke Israel pada 7 Oktober. Sementara negara-negara Barat mencurigai keterlibatan Iran dalam perencanaan serangan tersebut.
Namun, laporan tersebut juga mencatat bahwa Khamenei menekankan bahwa meskipun memberikan dukungan politik kepada Hamas, Iran tidak akan terlibat langsung dalam konflik dengan Israel. Pemimpin Iran disebutkan meminta Haniyeh untuk meredam suara-suara di dalam Hamas yang mendesak keterlibatan Iran dan Hizbullah Lebanon secara langsung dalam perang melawan Israel.
Pihak berwenang Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan ini, sementara pemimpin Iran dikabarkan khawatir bahwa konflik ini bisa meluas menjadi perang kawasan.
Sementara itu, serangan Israel di Jalur Gaza sejak bulan lalu telah menimbulkan korban yang sangat besar di pihak warga Palestina. Sebanyak 11.500 jiwa, termasuk 7.900 perempuan dan anak-anak, dilaporkan tewas, sedangkan 29.800 lainnya mengalami luka-luka. Banyak bangunan, termasuk rumah sakit, masjid, dan gereja, mengalami kerusakan atau bahkan hancur total akibat serangan tersebut. Di sisi lain, korban jiwa di pihak Israel mencapai 1.200 orang.




