Kebijakan Kuota Perempuan, Antara Harapan dan Kenyataan Pahit

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kebijakan affirmative action yang telah diterapkan Indonesia selama bertahun-tahun, dengan menetapkan kuota 30% perempuan dalam pemilu dan partai politik, kini menjadi sorotan karena implementasinya yang masih jauh dari optimal. Meski telah berlangsung cukup lama, serangkaian penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kebijakan ini belum mencapai partisipasi perempuan yang bermakna dalam politik.

Analisis dalam laporan akhir tahun The Indonesian Institute, INDONESIA 2023, oleh Peneliti Bidang Politik, Felia Primaresti, menyoroti kekurangan dalam proses dan strategi rekrutmen Partai Ummat dan Partai Solidaritas Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa partai baru cenderung masih fokus pada kuantitas dalam merekrut kader perempuan, tanpa memprioritaskan kualitas.

- Advertisement -

Felia menegaskan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dalam mencapai kuota gender. Hal ini bertujuan untuk mencegah penggunaan kuota sebagai alat semata untuk mencapai target, tanpa mempertimbangkan integritas dan kemampuan para kandidat. Meskipun diakui bahwa kuota dan rekrutmen berorientasi pada kuantitas dapat dianggap sebagai langkah awal yang signifikan, penekanan pada pengembangan kader perempuan yang berkualitas dan kompeten menjadi kunci.

“Meskipun kuota dan rekruitmen yang berorientasi pada kuantitas dapat dianggap sebagai langkah awal yang signifikan untuk meningkatkan representasi perempuan dalam dunia politik, diperlukan penekanan pada pengembangan kader perempuan yang memiliki kualitas dan kompetensi,” kata Felia Primarest dalam keterangannya, Kamis (16/11/2023).

Menurut Felia, dalam kompleksitas isu ini tidak ada jawaban yang mutlak benar atau salah. Namun, penting untuk menjaga keseimbangan antara representasi fisik dan kontribusi substantif dalam membangun wajah politik Indonesia yang lebih inklusif dan berdimensi.

- Advertisement -

“Namun idealnya, kehadiran politisi perempuan dalam partai politik juga harus diikuti oleh representasi dan partisipasi politik yang bermakna, serta gagasan-gagasan yang memperjuangkan aspirasi masyarakat pada umumnya dan perempuan khususnya,” tutupnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Awal Pekan Cerah, IHSG Tembus 6.177

JCCNetwork.id- Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (15/6/2026) dibuka dengan sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung mencatat penguatan signifikan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER