Harun Masiku Hantui Jakarta dengan Baliho ‘Caleg Goib’

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Baliho bergambar Harun Masiku, Politikus PDI Perjuangan yang tengah menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tiba-tiba muncul di sejumlah titik strategis di wilayah Jakarta. Foto Harun Masiku mengenakan baju berlogo PDIP itu kemudian menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Harun Masiku, yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) KPK, adalah tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi terkait suap kepada Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan. Baliho tersebut tidak hanya menampilkan wajah Masiku, tetapi juga berisi ajakan kepada publik untuk mencari dan menangkapnya. Bertuliskan “Coblos Caleg Goib, Harun Masiku” dengan nomor 0.

- Advertisement -

Baliho pencalonan “goib” Harun Masiku terlihat tersebar di berbagai lokasi strategis di Jakarta, termasuk di perempatan lampu merah Pasar Santa, Tendean, Jalan Wijaya, Jalan Brawijaya, Fatmawati, Ragunan, Rindam, Condet, dan PGC, Cililitan, Jakarta Timur.

Tambahan informasi, kasus yang menjerat Harun Masiku adalah kasus suap untuk mendapatkan kursi anggota DPR RI melalui jalur Pergantian Antar Waktu (PAW). Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur, telah mengonfirmasi bahwa Harun Masiku tidak berada di Indonesia, menambah misteri di balik penyebaran baliho tersebut.

Pernyataan Asep Guntur ini kontras dengan pernyataan sebelumnya dari Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri, Irjen Krishna Murti, yang menyatakan bahwa Harun Masiku berada di dalam negeri.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kemarau Panjang Melanda, Stok Beras Soloraya Tetap Aman

JCCNetwork.id- Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Surakarta memastikan ketersediaan beras di wilayah Soloraya tetap aman meski sejumlah daerah menghadapi musim kemarau yang berlangsung panjang....

Danantara DSI Umumkan Jajaran Pimpinan

Pria Tewas Tertabrak KRL di Tebet

Pandu Wiguna Gabung Dewa United

Garuda Pertiwi Juara Grup

ISPA Melonjak Akibat Kabut Asap Berau

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER