JCCNetwork.id – Dua buah batu nisan teronggok di pekarangan rumah Abdul Hasan, warga RT 05/05 Gang Berlian 3, Kampung Bekasi Tugu, Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Sabtu, 22 Juli 2023.
“Ukurannya sekitar 25×60×7 senti meter. Lokasinya 3 meter dari penemuan batu suiker molen alias batu penggiling tebu,” ujar Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bekasi, Ali Anwar di Bekasi, Senin (24/07/23).
Dari beberapa literatur, kata Ali Awar, papan nisan Cina biasa disebut pongpay dalam dialek Hokkia. Pada permukaan pongpay, biasanya terdapat tulisan-tulisan dalam karakter Han yang mengandung makna dan nilai artistik tersendiri.
Terkait penemuan pongpay di perumahan pekarangan rumah warga Gang Berlian 3, Kampung Bekasi Tugu,Kota Bekasi ini, Ali Anwar musti mengkaji terlebih dahulu bersama Tim TACB.
“Saya belum paham, butuh waktu untuk mendiskusikannya dengan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bekasi lainnya, serta berkonsultasi dengan para peneliti pongpay,” ujarnya.
Warga setempat, Iwan Kurniawan, mengaku belum tahu asal-usul keberadaan pongpay tersebut. Selama ini hanya digunakan untuk aktifitas mencuri pakaian dan sebagai pot tanaman.
“Nisan Cina yang satu digunakan buat penggilesan (alas mencuci pakaian), yang satu lagi saya gunakan sebagai alas pot bunga. Keras banget,” tutur Iwan.
Menurut Iwan, sekitar 10 meter dari pongpay itu ada pemakaman, tapi bukan pemakaman orang Tionghoa.
“Makam Muslim, termasuk katanya ada makam tua Raden Ramlan,” pungkasnya.
(drs)



