JCCNetwork.id – Kampung Jumalang (kini Ujung Harapan), sebuah kampung yang berada di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Di era tahun 1990-an, kampung itu begitu asri, teduh dan nyaman. Asri karena banyak pepohonan besar seperti pohon sengon, teduh dan nyaman karena dilorong-lorong jalan setiap pagi, siang dan petang, terlihat para santri hilir mudik masuk pesantren Attaqwa.
Masyarakatnya masih memegang titah ulama Betawi kharismatik asal Bekasi, sskaligus pendiri pesantren Attaqwa, yakni KH Noer Ali
“Jika hari Jumat, semua toko dan warung makan tutup,” kata Haji Jaelani (73) pedagang Sate Kambing yang ada di sekitar pesantren itu.
Meski sekarang sudah banyak pendatang menempati perumahan-perumahan baru. Namun, tradisi pesantren di Kampung Ujung Harapan masih ada dan tidak tergerus “dimakan zaman”.
“Kalau pun ada, hanya sebatas pakaian para santri dan kondisi di sekitar perumahan saja,” imbuhnya.
Terletak di Kelurahan Bahagia dan dahulunya bernama Kampung Ujung Malang, berada sebelah utara Kota Bekasi dan sebelah Barat Laut Kabupaten Bekasi, Kampung Ujung Harapan, memang menjadi harapan semua orang dan warga Bekasi.
” Dari tempat inilah orang tua berharap ada harapan bagi anak-anaknya untuk menimba ilmu agama,” sambung Haji Jaelani, yang mengaku tidak pernah melewatkan setiap pengajian diadakan di Pesantren Ataqwa.
Sudah banyak literatur atau tulisan mengenai sosok KH Noer Alie yang lahir Al Barkah, Ujung Harapan, Bekasi pada tahun 1914. Ulama yang bergelar si belut putih dan pahlawan nasional ini wafat di Bekasi, tahun 1992.
KH Noer Alie dikenal dengan sebutan “Engkong Kyai.” Jika ia berjalan, tidak ada seorang pun, baik pejalan kaki atau pun yang memakai kendaraan, yang berani mendahuluinya.
Orang-orang lebih cenderung untuk memilih jalan lain atau melompati got sebagai jalan pintas apabila terpaksa harus mendahului Engkong Kyai.
Pada zamannya, tidak ada akses jalan yang rusak di sekitar desa, karena apabila terjadi kerusakan jalan dan diketahui oleh KH Noer Alie, aparat pemerintah akan langsung buru – buru memperbaikinya, mengingat besarnya jasa beliau terhadap pembangunan, terutama di wilayah Bekasi.
Hampir semua pejabat dan publik figur datang ke tempat ini. Apalagi saat KH Noer Alie masih ada saja kegiatan yang selalu didatangi para pejabat.
KH Noer Alie, Seperti yang ditulis Ali Anwar, Sejarahwan Bekasi, adalah pemuda muslim taat, sengaja menciptakan daerahnya sebagai harapan bagi para orang tua. Dia tercetus mendirikan pesantren sepulang menuntut ilmu dari Kota Haram, Makkah. Saat di Makkah, semangat kebangsaannya tumbuh ketika sering dihina oleh pelajar asing yang mencibir. Noer Alie marah, lalu menghimpun para pelajar Indonesia khususnya warga Betawi untuk membuat pergerakan melawan penjajah.
Perubahan kampung itu tak lepas dari andil Menteri Luar Negeri era Orde Baru, Adam Malik. Atas sarannya, tahun 1974, nama Ujung Malang diganti menjadi Ujung Harapan. Sang Menteri berharap, dengan nama itu
desa bisa menjadi harapan bagi semua orang.
Wilayah Kampung Ujung Harapan Kelurahan Bahagia terhampar di lahan seluas 618 hektare. Saat ini ada sekitar 120 musala. Ada 107.086 jiwa tinggal di sana yang tersebar di 50 RW lebih, meliputi 400 RT lebih dan 90 Persen penduduknya adalah muslim.
Reporter : Saban
Editor : Dede Rosyadi



