JCCNetwork.id- Sosiolog Musni Umar, menyoroti dampak negatif yang ditimbulkan oleh proyek-proyek pembangunan jalan tol oleh pemerintah dalam beberapa waktu terakhir. Meskipun jalan tol memiliki manfaatnya, Musni tetap mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak sosial dan lingkungan yang merugikan rakyat bawah.
Salah satu dampak yang disoroti oleh Musni Umar adalah peningkatan beban biaya hidup. Biaya menggunakan jalan tol jauh lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan jalan raya biasa. Hal ini menambah beban biaya hidup bagi masyarakat kelas bawah yang telah kesulitan memenuhi kebutuhan dasar mereka.
“Hal ini menambah beban biaya hidup bagi masyarakat kelas bawah yang sudah sulit memenuhi kebutuhan dasarnya,” tulis Musni Umar dalam akun Twitternya dikutip Rabu (21/6/2023).
Musni Umar juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap meningkatnya kesenjangan sosial akibat pembangunan jalan tol. Jalan tol lebih banyak tersedia di wilayah perkotaan, yang memperburuk kesenjangan sosial antara perkotaan dan pedesaan serta antara masyarakat kelas atas dan kelas bawah.
Selain itu, pembangunan jalan tol juga mengurangi aksesibilitas bagi masyarakat kelas bawah. Beberapa wilayah hanya dapat diakses melalui jalan tol, sehingga membatasi mobilitas mereka dan memperparah kemiskinan.
Tak hanya itu, Musni Umar mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak negatif terhadap lingkungan yang disebabkan oleh pembangunan jalan tol. Proyek ini merusak lingkungan dan mengancam kelestarian ekosistem di sekitarnya. Dampak ini secara khusus mengganggu kondisi hidup masyarakat kelas bawah yang tinggal di sekitar jalan tol.
Melihat hal ini, Musni Umar menekankan perlunya pemerintah untuk fokus pada pembangunan jalan umum yang tidak berbayar. Dia menganggap penting untuk mewujudkan tujuan Indonesia merdeka sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 dan memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai solusi, Musni Umar menyarankan agar pembangunan jalan tol diserahkan kepada sektor swasta.



