JCCNetwork.id – Presiden Jokowi membalas sindiran bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan soal estafet kepemimpinan saat proses pergantian presiden.
Anies dalam keterangannya mengatakan, bahwa estafet kepemimpinan ke depan tidak selalu berbicara soal keberlanjutan atau tidak, namun juga pencapaian dari tujuan bernegara.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa presiden selanjutnya harusnya meneruskan program yang sudah dijalankan.
“Harus ada keberlanjutan dan kesinambungan, harus. Kalau sudah kepemimpinan 1, 2, 3 sudah sampai SMA, kepemimpinan SMA itu masuk universitas, jangan balik lagi ke SD lagi,” ujar Jokowi dalam keterangannya yang dikutip JCCNetwork.id, Jumat (16/6).
Jokowi menganalogikan kepemimpinan tak hanya meteran di pom bensin. Pasalnya, meteran pom bensin selalu dimulai dari nol dan hal itu tidak bisa diterapkan dalam kepemimpinan nasional.
“Masa kayak meteran pom bensin? Mestinya kalau sudah dari TK, SD, SMP, kepemimpianan berikut masuk SMA universitas, nanti kepemimpinan berikut amsuk S2, S3, tidak maju-mundur, poco-poco,” terang Jokowi.



